Bank Indonesia: Ekonomi Syariah Mampu Bertahan di Tengah Pandemi

MONITOR, Jakarta – Ekonomi syariah di Indonesia mampu bertahan di tengah krisis global akibat pandemi Covid-19. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo mengatakan, nilai-nilai ekonomi syariah mengedepankan keseimbangan, keadilan dan transformasi menjadi penopang dalam menghadapi krisis yang sedang terjadi.

“Meski inklusi keuangan tumbang di global dan nasional, tetapi ekonomi syariah malah positif,” kata Budi dalam Opening Ceremony FESyar 2020: Mendorong Ekonomi Syariah Sebagai Salah Satu Pertumbuhan Baru Ekonomi Nasional, Rabu (7/10/2020).

Menurut Budi, daya tahan inilah membuat ekonomi dan keuangan syariah bisa menjadi jalan keluar dari kondisi ekonomi yang serba sulit hari ini. Sebagaimana diketahui, pada kuartal kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi hingga minus 5,23%.

Kontraksi ini juga akan berlanjut pada kuartal ketiga di tahun yang sama. Meskipun kontraksi yang terjadi jauh lebih baik dari kuartal kedua.

“Ini sebagaimana prediksi pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan kontraksi di triwulan ketiga ini, namun dengan kontraksi yang lebih baik dari sebelumnya,” papar Dody.

Kondisi ini, lanjut Dody, tidak terlepas dari perbaikan perekonomian global yang mulai kembali membuka aktivitas ekonomi.

“Tentunya dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya kembali penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Dody menambahkan, pada paruh kedua tahun ini, perekonomian domestik juga mulai membaik seiring dengan berbagai program pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.