Rabu, 27 Oktober, 2021

TNI Berhasil Bujuk 43 Milisi Kongo untuk Menyerah

Dari 43 orang milisi bersenjata itu, Satgas Konga mengamankan sebanyak 32 pucuk senjata jenis AK-47.

MONITOR, Jakarta – Prajurit TNI kembali berhasil membujuk 43 orang milisi bersenjata di Kongo untuk menyerah secara sukarela dan kembali ke tengah masyarakat.

Keberhasilan Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (RDB MONUSCO) itu dilakukan melalui pendekatan persuasif dan dialog dengan para pemangku adat di Desa Nsela hingga Mapanda, Afrika, Senin (5/10/2020).

Dari 43 orang milisi bersenjata itu, Satgas Konga mengamankan sebanyak 32 pucuk senjata jenis AK-47.

Komandan Satgas Satgas Konga XXXIX-B RDB MONUSCO, Kolonel Inf Daniel Lumbanraja, mengungkapkan bahwa perolehan senjata tersebut bukanlah hal yang didapat begitu saja, namun melalui proses yang cukup panjang dengan berbagai kegiatan patroli yang dilakukan jajarannya dalam menjaga perdamaian dan keamanan di daerah misi.

- Advertisement -

Menurut Daniel, untuk saat ini situasi dan kondisi di daerah misi dalam keadaan aman terkendali, akan tetapi masih ada beberapa wilayah lainnya yang rawan tindakan kriminal.

“Seperti perampokan dan penyerangan oleh kelompok bersenjata terhadap 60 warga sipil dan tujuh orang FARDC yang mengakibatkan empat orang meninggal dan tiga orang luka-luka yang terjadi di Desa Nsela belum lama ini,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Untuk itu, Daniel pun mengaku telah memerintahkan Wadansatgas Mayor Inf Yossy Buanan untuk segera merencanakan operasi pemutihan di wilayah COB Bendera yang dipimpin Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya sebagai komando pelaksana di lapangan.

“Operasi yang diberi nama ‘Operasi Kuda Putih’ ini melibatkan 80 personel Satgas yang terbagi menjadi empat tim pelaksana yaitu Tim Pencari Informasi, Tim Cimic (Civil Military Coordination) dan dua Tim Pengamanan,” ujarnya.

Daniel mengatakan, MONUSCO, dalam hal ini Indo RDB dan CLA menjalin komunikasi dengan para pemimpin local Nsela dan sekitarnya untuk menghubungi beberapa pemimpin kelompok bersenjata dan satu faksi MMAP yang diyakini selama ini selalu bermusuhan.

Menurut Daniel, dalam kurun waktu yang tidak singkat dan melalui berbagai kegiatan patroli rutin disertai kegiatan Cimic di wilayah Area of Responsibility (AoR) Indo RDB, akhirnya operasi ini membuahkan hasil positif yaitu berhasil meyakinkan para milisi untuk kembali ke masyarakat beserta menyerahkan peralatan perangnya kepada MONUSCO dengan disaksikan oleh Komandan FARDC Batalyon 222 Bendera, Kepala Desa Nsela dan pemimpin lokal lainnya di daerah tersebut.

“Sampai dengan saat ini Satgas TNI RDB Konga XXXIX-B MONUSCO Kongo telah berhasil menyadarkan sebanyak 329 orang milisi bersenjata dan 133 pucuk senjata api dengan 436 butir munisi,” katanya.

Daniel menambahkan, apresiasi luar biasa telah diberikan oleh masyarakat Demokratik Republik Kongo, khususnya Pemerintah Kongo dan MONUSCO atas rentetan prestasi yang dicapai oleh Satgas TNI RDB Konga XXXIX-B dalam rangka meningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan Cimic terpadu dan aksi-aksi heroik dalam rangka melaksanakan mandatnya sebagai pasukan pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menjalankan Protection of Civilian (POC).

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER