Saraswati: Anak Muda Harus Berjuang Demi Perubahan

“Kalau sekarang ada ketidakadilan, kesenjangan sosial, jadi tanggung jawab pemuda untuk melakukan perubahan”

Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Rahayu Saraswati, di acara deklarasi dukungan SKAB di kawasang Tangsel, Banten, Kamis (1/10/2020). (Istimewa)

MONITOR, Tangerang Selatan – Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Nomor Urut 1, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menegaskan pentingnya peran anak-anak muda demi perubahan di daerahnya.

Hal itu diungkapkan Saraswati dalam acara deklarasi dukungan Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB) terhadapnya di kawasan Tangsel, Banten, Kamis (1/10/2020). 

Ketua Umum SKAB, Dodi Prasetya Azhari, menyatakan bahwa SKAB sudah 11 tahun berdiri di Tangsel. 

“SKAB bukan ormas tapi organisasi kepemudaan, kami berjuang untuk memperoleh pendidikan, kesehatan yang layak dan kebudayaan yang beradab bagi warga Tangsel,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Dalam presentasinya, Rahayu Saraswati, mengaku geregetan, gemas dan prihatin kalau ada anak-anak muda yang apatis terhadap politik, padahal mereka berperan penting terhadap daerahnya. 

“Saya gereget, gemas, prihatin kalau lihat apatisme anak muda di Indonesia. Kalau lihat politik, mereka jaga jarak. Padahal anak-anak muda berperan sangat penting dan harus berjuang demi perubahan di daerahnya,” ujar keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu. 

Saraswati mencontohkan, eyangnya yang gugur dalam Pertempuran Lengkong 1946 termasuk pemuda-pemuda yang mendesak Bung Karno dan membawanya ke Rengasdengklok agar segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. 

“Eyang saya, Soebianto Djojohadikusumo yang gugur di Lengkong termasuk  pemuda-pemuda yang mendesak Bung Karno untuk segera menyatakan kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun 1998 pemuda-pemuda pula yang bergerak, kalau sekarang ada ketidakadilan, kesenjangan sosial menjadi tanggung jawab pemuda pula untuk melakukan perubahan,” katanya.

“Kekuatan pemuda pada keberaniannya, berani tidak tidur, berani berkorban dan ini saatnya pula saya menyambut dengan tangan terbuka marilah kita gotong royong melakukan perubahan,” ungkap Saraswati melanjutkan.

Terkait eskalasi politik lokal di Tangsel dalam pilkada seperti perobekan spanduk paslon Muhamad-Saraswati dan adanya berita-berita hoaks, Saraswati meminta pendukungnya tidak membalas dengan tindakan serupa. 

“Kita harus fokus membawa suara perubahan, yang lalu-lalu kita katakan cukup, sudah cukup, abaikan serangan-serangan tidak penting, itu hanya ingin mengganggu perjuangan kita, tugas kita membakar semangat perubahan bukan menggoreng isu, hoaks jangan dibalas dengan hoaks, kita fokus tawarkan visi misi program kita untuk kemenangan rakyat Tangsel,” ujarnya.