Kamis, 20 Januari, 2022

Kapolri Ancam Copot Dirnarkoba yang Seperti ‘Ayam Sayur’

“Saya sudah bilang ke semua Dirnarkoba, kalau dia takut-takut, saya cari pemain pengganti”

MONITOR, Jakarta – Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis, mengancam akan mengganti Direktur Reserse Narkoba (Dirnarkoba) di Kepolisian Daerah (Polda) yang tidak bisa menindak tegas para bandar narkoba di wilayahnya.

“Saya sudah bilang ke semua Dirnarkoba, kalau dia takut-takut, saya cari pemain pengganti. Banyak pemain pengganti itu, kalau Dirnarkobanya ‘ayam sayur’,” ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI yang digelar secara daring, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Idham menegaskan bahwa pihaknya ingin semua Dirnarkoba berani menindak tegas para bandar narkoba dan tidak menjadi pengecut atau ia analogikan sebagai ‘ayam sayur’. Dalam rapat kerja itu, Idham juga kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas para bandar narkoba yang mau merusak generasi bangsa.

“Sampai hari ini saya belum cabut perintah saya untuk menindak tegas kepada seluruh bandar-bandar (narkoba), apalagi yang dari luar negeri mau merusak generasi bangsa kita ini. Saya akan ambil alih tanggung jawab itu,” ujarnya tegas.

- Advertisement -

Idham mengatakan bahwa polisi tidak boleh membiarkan apabila ada yang mencoba memasukkan narkoba ke Indonesia. Menurut Idham, polisi harus memberikan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menyikapi maraknya peredaran narkoba itu.

Kemudian dalam rapat kerja itu, Idham juga sempat memuji Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Dirnarkoba Sumatera Utara (Sumut) dan Dirnarkoba Riau sebagai Dirnarkoba yang berkinerja baik.

“Itu kayak Dirnarkoba Metro bagus itu, Dirnarkoba Sumut, Riau, saya suka itu. Saya bahkan tanya nomor sepatunya itu, pak. Berapa itu nomor sepatunya para Dir,” katanya.

Selain itu, Idham juga berjanji di depan Komisi III DPR bahwa pihaknya akan terus menjaga komitmennya untuk tetap tegak lurus menegakkan hukum di Indonesia hingga akhir jabatannya nanti.

“Di akhir masa jabatan saya, saya tidak akan pernah surut untuk menegakkan semua, apakah itu penambangan ilegal, apakah itu minyak dan gas, apakah itu tambang, apakah itu proyek-proyek di Polri ini. Saya sudah bilang sama Asisten Perencanaan dan Anggaran Polri, semua tegak lurus saja. Saya juga tidak kenal itu vendor, tidak kenal rekanan, saya lurus-lurus saja begitu,” ungkapnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER