PENDIDIKAN

Kemenag Gandeng Kelompok Disabilitas Bangun Lingkungan Kerja Inklusif di Madrasah

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) RI melibatkan kelompok disabilitas dalam proyek Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR). Bekerja sama dengan Thisable Enterprise, Kemenag merekrut teman disabilitas untuk menjadi garda layanan Madrasah Digital Care.

Mereka berperan sebagai Live Agent Customer Service yang menjawab pertanyaan dan melayani konsultasi warga madrasah dan masyarakat umum terkait pelaksanaan proyek REP-MEQR melalui fitur yang terdapat di portal madrasahreform.kemenag.go.id dan mrc.kemenag.go.id.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, pelibatan mereka adalah wujud komitmen lembaga dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Ia meyakini penyandang disabilitas pun dapat berperan penting dalam menyukseskan proyek peningkatan kualitas madrasah yang didanai Bank Dunia.

“Teman-teman disabilitas perlu kesempatan untuk bisa berdaya. Lingkungan kerja yang inklusif bisa menjadi sarana mengubah lingkungan kerja menjadi lebih baik karena melatih toleransi serta belajar saling memahami dan menghargai,” kata Ali Ramdhani di Jakarta, Senin (28/09).

Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki kekurangan dan kelebihan sebagaimana manusia lainnya. Mereka merupakan aset bangsa yang dapat berkembang sesuai talentanya. Ramdhani menyebut, teman disabilitas dalam konteks ini bukan saja mereka yang menjadi staf pendukung proyek, tapi juga warga madrasah yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa madrasah.

Karenanya, kata dia, upaya menciptakan lingkungan yang inklusif di madrasah adalah keniscayaan. “Kita ingin menciptakan lingkungan yang ramah dan terbuka buat teman-teman disabilitas itu agar hak dan kesempatan mereka untuk berkontribusi bagi pendidikan dapat terpenuhi,” jelasnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar menambahkan, upaya ini dilakukan Kementerian Agama dengan menggandeng Thisable Enterprise. Lembaga ini merupakan wirausaha sosial yang berdiri sejak 2011 dengan misi memberdayakan disabilitas Indonesia secara ekonomi di dunia kerja.

“Kami sepakat untuk bersinergi dan Thisable Enterprise siap memasok tenaga kerja yang dibutuhkan dalam menyokong kegiatan Kementerian Agama terutama di bidang pendidikan,” tutur Umar.

Hal senada disampaikan Chief Operating Office Thisable Enterprise Nicky Clara. Dia mengatakan, “Kami berkomitmen menciptakan lebih banyak disabilitas unggul dan dapat berkarya bersama di Kementerian Agama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif.”

Fitur Layanan Virtual Madrasah Digital Care dapat diakses melalui laman https://madrasahreform.kemenag.go.id dan https://mrc.kemenag.go.id mulai 1 Oktober 2020. Sebelum dilayani oleh para Live Agent, masyarakat akan terlebih dahulu terhubung dengan Chatbot yang dilengkapi Artificial Intelligence yang mampu menjawab pertanyaan dalam waktu kurang dari 3 detik.

Recent Posts

Kemnaker Luluskan 1.565 Calon Ahli K3, Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluluskan 1.565 peserta evaluasi teori calon Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja…

32 menit yang lalu

Rektor UIN Jakarta: Kampus Ini Rumah Kita Bersama, Alumni Harus Turut Jaga dan Besarkan

MONITOR, Jakarta – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar mengajak seluruh…

1 jam yang lalu

Meutya Hafid Ajak Pegawai Komdigi Sosialisasi PP TUNAS Saat Mudik

MONITOR, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan seluruh pegawai Kementerian Komunikasi dan…

1 jam yang lalu

Kemenperin Dorong IKM Kerajinan Tembus Pasar Global Lewat Business Matching 2026

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan nasional…

2 jam yang lalu

Wamendag Roro Tekankan Pentingnya Keamanan Ekonomi Anggota ASEAN

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan komitmen Indonesia…

4 jam yang lalu

Situasi Kondusif, 25 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Berhasil Dipulangkan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan proses kedatangan dan pemulangan jemaah…

6 jam yang lalu