Awasi Pilkada 2020, Bawaslu Kapuas Hulu Gandeng Tokoh Adat

Ada empat poin deklarasi tokoh adat dalam mendukung dan menyukseskan pilkada di Kapuas Hulu

Foto Ilustrasi Pilkada

MONITOR, Kapuas Hulu – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kapuas Hulu menggandeng tokoh adat setempat untuk mengawasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 agar bebas dari adanya politik uang, politisasi SARA, pemilih terwakilkan, serta mengedepankan netralitas bagi ASN, TNI dan Polri.

“Kami menggandeng tokoh-tokoh adat sebagai mitra dalam pengawasan pilkada di Kapuas Hulu,” ungkap Ketua Bawaslu Kapuas Hulu, Musta’an, kepada wartawan, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (28/9/2020).

Musta’an mengatakan, para tokoh adat itu berkomitmen untuk ikut serta dalam mengawasi dan menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Menurut Musta’an, ada empat poin deklarasi tokoh adat dalam mendukung dan menyukseskan pilkada di Kapuas Hulu. Pertama, seluruh tokoh lintas adat Kecamatan Putussibau Utara siap menyosialisasikan, mencegah, mengendalikan serta menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 di Kecamatan Putussibau Utara.

“Kedua, siap menjadi mitra Bawaslu dalam menyukseskan pengawasan setiap tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2020,” kata Musta’an.

Ketiga, lanjut Musta’an, siap mewujudkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu yang aman, jujur, adil, bermartabat dan sehat.

“Kemudian ke empat yaitu siap berkomitmen tolak dan lawan politik uang, politisasi SARA, pemilih yang diwakilkan dan netralitas ASN, TNI/Polri, kepala desa beserta perangkat desa,” ujarnya.

Dengan komitmen para tokoh adat itu, Musta’an berharap pelaksanaan Pilkada Kapuas Hulu 2020 dapat berjalan aman dan lancar serta tidak terjadi politik-politik yang mengotori pesta demokrasi dalam menentukan pemimpin Kapuas Hulu untuk lima tahun ke depan.