Pangdam Kasuari Berhasil Perjuangkan Kuota Tambahan Prajurit TNI AD Otsus OAP

Penambahan itu khususnya untuk Caba wanita, dari 20 menjadi 40 orang.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan usai menandatangani perjanjian kerja sama penerimaan Caba PK Otsus OAP 2020 di di Hotel Aston Niu, Manokwari, Sabtu (26/9/2020). (Pendam XVIII/Kasuari)

MONITOR, Manokwari – Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengungkapkan bahwa penerimaan Calon Bintara Prajurit Karier TNI AD Otonomi Khusus Orang Asli Papua (Caba PK Otsus OAP) baik pria maupun wanita di Papua Barat direncanakan sejumlah 1.000 orang.

Cantiasa menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kerja sama antara TNI AD dalam hal ini diselenggarakan oleh Kodam XVIII/Kasuari dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Papua Barat dengan sumber pembiayaan dari anggaran Otsus.

Terkait hal tersebut, Cantiasa pun mengaku bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah disetujui oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa beberapa waktu yang lalu.

“Proses rencana penerimaan Caba PK TNI AD Otsus OAP sejumlah 1.000 orang tersebut sebelumnya juga didasari atas hasil Rapat Koordinasi Pangdam XVIII/Kasuari sebelumnya yakni Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dengan para Bupati jajaran Provinsi Papua Barat yang digelar melalui video conference, Senin (3/8/2020), bertempat di Swiss Bell Hotel, Manokwari, Papua Barat,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima MONITOR, Jakarta, Minggu (27/9/2020).

“Dari hasil Rapat Koordinasi tersebut, sesuai dengan kesepakatan bersama ditetapkan untuk kuota Caba PK TNI AD Otsus OAP Kodam XVIII/Kasuari terdiri dari 980 pria dan 20 wanita,” ujar Cantiasa melanjutkan.

Berkaitan dengan penentuan alokasi Caba PK  TNI AD Otsus OAP wanita, menurut Cantiasa, sudah melalui hasil laporan dari Staf Personalia Mabesad yang didasarkan atas aturan yang selama ini berlaku dimana perbandingan jumlah Caba PK TNI AD Pria dengan Wanita memiliki perhitungan tersendiri yaitu 1 persen dari jumlah keseluruhan Caba PK TNI AD pria yang ada.

“Sebenarnya alokasi semula untuk Caba PK  TNI AD Otsus OAP wanita (Kowad) secara reguler Kodam XVIII/Kasuari hanya dialokasikan sejumlah tiga sampai dengan lima orang selama ini, sehingga apabila dialokasikan menjadi 20 orang, sebenarnya sudah melebihi dari kuota yang ada,” katanya.

Selain itu, Cantiasa menyebutkan, pertimbangan lainnya juga dihadapkan dengan tempat Pendidikan bagi Caba PK TNI AD wanita yang hanya memiliki satu lembaga pendidikan yaitu di Pusdik Kowad yang berada di Lembang, Jawa Barat. Berbeda dengan tempat pendidikan Caba PK TNI AD pria yang berada di setiap Rindam di seluruh Indonesia.

“Di Pusdik Kowad pun daya tampung pendidikan terbatas yaitu sekitar 175 orang dari seluruh Kotama di Indonesia, dan paling banyak berasal dari Provinsi Papua Barat. Keterbatasan tersebut, juga terkait Mess, kelas beserta bangkunya dan pendidikan kecabangan menyangkut pelatih, pengasuh dan program pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Cantiasa menjelaskan, saat kunjungan yang dilaksanakan Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Maxi Nelson Ahoren bersama jajarannya beberapa waktu lalu yang mengajukan permohonan kebijakan penambahan alokasi untuk Caba PK TNI AD Otsus OAP wanita yang semula sejumlah 20 orang agar bisa ditambah jumlahnya, pihaknya pun sangat mengapresiasi dan telah menindaklanjuti hal itu ke pimpinan TNI AD. 

“Hal yang mendasari penambahan kuota adalah didasarkan atas banyaknya animo generasi muda Papua untuk menjadi Prajurit Bintara PK TNI AD. Untuk itu saya melaporkan dan mengajukan permohonan kembali kepada Kasad agar berkenan menambah kuota Caba PK TNI AD Otsus OAP wanita dari alokasi yang semula 20 orang menjadi paling maksimal sejumlah 40 orang,” ujarnya.

“Puji syukur kepada Tuhan, Bapak Kasad dapat menerima permohonan tersebut dengan baik sehingga hal ini menjadi atensi yang luar biasa dari pimpinan TNI AD dan patut kita syukuri,” kata Cantiasa melanjutkan.

Sebagai tindak lanjut kerja sama antara TNI AD dalam hal ini dilaksanakan oleh Kodam XVIII/Kasuari dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, maka pada Sabtu (26/9/2020), di Hotel Aston Niu, Manokwari, telah dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dengan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa tentang hasil final terkait rekrutmen Caba PK TNI AD Otsus OAP sejumlah 1.000 orang yang terdiri dari 960 orang Caba PK pria dan 40 orang Caba PK wanita.

Selanjutnya, pada Minggu (27/9/2020), 40 orang Caba PK wanita akan diterbangkan ke Bandung guna mengikuti pendidikan di Pusdik Kowad dan bergabung dengan personel lainnya dari seluruh Indonesia.

Terkait proses seleksi, Cantiasa menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilaksanakan pentahapan seleksi melalui Kodim dan pemerintah daerah setempat atau disebut Sub Panpus sampai dengan saat ini telah memasuki seleksi tingkat Panpus di Makodam XVIII/Kasuari.

Cantiasa menuturkan, alokasi yang ada telah diatur di setiap kabupaten dan semua sudah ada perwakilannya. Menurut Cantiasa, tahapan kegiatan werving penerimaan calon Prajurit Otsus OAP bertujuan untuk menyeleksi dan menjaring para calon Bintara yang sehat, berkualitas, baik dari aspek administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi dan memiliki kecerdasan IQ yang memadai dikarenakan diproyeksikan sebagai seorang Bintara bukan Tamtama.

Dengan demikian, lanjut Cantiasa, mereka nantinya diharapkan dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik.

“Obyektivitas penilaian harus kita junjung tinggi dan dijadikan sebagai prioritas utama, sehingga dalam kegiatan sidang pemilihan tingkat Pusat Caba PK TNI AD Otsus OAP wanita dapat menghasilkan keputusan yang adil, jujur, transparan dan akuntabel dan kita menginginkan calon-calon Bintara (Kowad) yang berkualitas, serta memenuhi persyaratan yang memang layak lulus untuk mengikuti Pendidikan,” ungkapnya.

“Kegiatan werving Caba Otsus OAP wanita ini tidak selesai hanya pada biaya seleksi dan pendidikan saja, namun terkait bagaimana setelah mengikuti pendidikan yang meliputi gaji 1.000 Prajurit yang terpilih ke depan apalagi hal ini merupakan program baru dari TNI AD,” ujar Cantiasa.

Lebih lanjut, Cantiasa mengatakan, jika diperhatikan dari jumlah animo pendaftar Caba PK TNI AD Otsus OAP pria maupun wanita di wilayah Papua Barat, ternyata sangat tinggi walaupun di tengah-tengah merebaknya wabah Covid-19. Namun hal ini ternyata tidak menyurutkan minat dan keinginan dari peserta untuk masuk jadi Bintara PK TNI AD Otsus OAP.

“Sehubungan dengan sudah ditentukan kuota bagi Caba Otsus OAP wanita walaupun secara perhitungan sudah melebihi batas yang telah ditetapkan, namun tentunya didasarkan atas jumlah animo yang sangat tinggi maka bagi Calon Bintara PK TNI AD wanita yang belum berhasil pada kesempatan kali ini, saya berpesan jangan putus asa, tetap semangat, jaga kesehatan, jaga kondisi fisik dan psikologi serta jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

“Perjuangan belum berakhir, selanjutnya akan diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi Caba PK Reguler wanita pada tahun berikutnya,” ungkap Cantiasa menambahkan.