PERBANKAN

BI: Posisi Investasi Indonesia Naik di Kuartal II 2020

MONITOR, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat, Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia meningkat pada kuartal II 2020. PII Indonesia mencatat kewajiban neto/bersih sebesar 280,8 miliar dollar AS, atau setara dengan 25,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Posisi Investasi Internasional Indonesia (PIII) merupakan statistik yang menunjukkan nilai aset dan kewajiban finansial Indonesia terhadap bukan penduduk dalam suatu titik waktu tertentu. Aset finansial dapat berupa tagihan kepada bukan penduduk atau emas yang dimiliki sebagai bagian dari cadangan devisa.

Direktur eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi , Onny Widjanarko Bank Indonesia (BI) mengatakan, posisi ini meningkat dibanding dengan kewajiban neto pada akhir kuartal I 2020, sebesar 256,6 miliar dollar AS atau 22,8 persen dari PDB.

“Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN),” kata Onny dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020).

Onny mengatakan, peningkatan posisi KFLN Indonesia didukung oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio dan investasi langsung ke pasar keuangan domestik. Posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal II 2020 ini meningkat 6,3 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) dari 620,7 miliar dollar AS menjadi 659,6 miliar dollar AS.

Onny menyebut, peningkatan kewajiban tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan posisi kepemilikan asing pada instrumen surat utang pemerintah dan sektor swasta, serta peningkatan transaksi modal ekuitas dari afiliasi.

“Faktor perubahan lainnya adalah revaluasi positif atas nilai aset finansial domestik berdenominasi rupiah yang mendorong kenaikan posisi KFLN, seiring dengan perbaikan IHSG dan penguatan rupiah terhadap dollar AS,” papar Onny.

Sementara itu, posisi AFLN meningkat terutama didoronh oleh transaksi aset dalam bentuk cadangan devisa. Posisi AFLN pada kuartal II 2020 tumbuh 4 persen (qtq) dari 364,1 miliar Dollar AS menjadi 378,8 miliar dollar AS.

“Selain karena faktor transaksi, posisi AFLN yang meningkat juga dipengaruhi oleh faktor revaluasi positif akibat peningkatan rerata indeks saham negara-negara penempatan aset yang disertai pelemahan dollar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia,” pungkasnya.

Recent Posts

Mazz Reza Pranata: Pemimpin Muda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Pemimpin muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

7 jam yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

10 jam yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

1 hari yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

1 hari yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

2 hari yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

2 hari yang lalu