Antisipasi Banjir, Depok Siagakan Tujuh Pos Pantau Kali Ciliwung

Kabid PB, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk saat memberikan keterangan pers terkait antisipasi banjir. [Foto: Boy Rivalino II MONITOR]

MONITOR, Depok – Guna mengantisipasi banjir akibat luapan Kali Ciliwung, saat ini telah didirikan tujuh pos pantau di bantaran kali tersebut. Pos-pos itu didirikan oleh relawan yang peduli dengan Kali Ciliwung.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana (PB), Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk mengapresiasi relawan yang telah membangun pos pantau di bantaran Kali Ciliwung.

Menurutnya, dengan adanya pos tersebut diharapkan dapat memonitor situasi aliran Kali Ciliwung untuk kesiapsiagaan warga dalam menghadapi banjir.

“Saat ini Kota Depok memiliki tujuh pos pantau dan setiap pos terdapat peralatan rescue. Seperti perahu karet, pelampung, helm dan tali,” kata Denny kepada MONITOR, Kamis (24/9).

Dia mengatakan, tujuh pos tersebut tersebar di beberapa titik. Yaitu di Kelurahan Ratu Jaya, Jembatan GDC, Jembatan Panus, Kemiri Muka, Jembatan Juanda, Kolong Tol Juanda, dan Kelapa Dua.

“Ada tiga orang yang berjaga pada pos pantau setiap harinya,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, pos pantau itu sangat membantu pihak Damkar dalam melaksanakan tugas penyelamatan yang diakibatkan meluapnya air Kali Ciliwung. Pos pantau akan menjadi pintu utama dalam memberikan informasi terkait debit air.

“Selain untuk memantau debit air, beberapa pos dijadikan sebagai tempat edukasi keluarga tentang pentingnya sungai yang bersih,” pungkasnya.