Sri Mulyani Prediksi, Ekonomi RI 2020 Bakal Minus 1,7%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dok: Instagram)

MONITOR, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan revisi forecast pertumbuhan ekonomi hingga penghujung tahun ini menjadi di kisaran minus 1,7 hingga minus 0,6%.

“Revisi forecast yang dilakukan pada September tahun ini di mana tadinya diperkirakan minus 1,1% sampai dengan positif 0,2% menjadi minus 1,7% sampai minus 0,6% pada tahun ini,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (22/9).

Menurut dia, forecast tersebut mengindikasikan kemungkinan teritori negatif pertumbuhan ekonomi masih terjadi pada kuartal III dan kuartal IV tahun ini.

“Pada 2021, forecast Kementerian Keuangan adalah sekitar 4,5% sampai dengan 5,5%,” tambahnya.

Pada kuartal III 2020, pertumbuhan ekonomi diperkirakan minus 2,9% sampai dengan minus 1% atau lebih baik dibandingkan kuartal II berada pada level minus 5,3%. Capaian ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang membaik atau diperkirakan berada pada posisi minus 3% sampai dengan minus 1,5%, konsumsi pemerintah juga diramal meningkat sekitar 9,8-17% seiring dengan percepatan realisasi belanja pemerintah.

“Investasi sedikit lebih baik, namun masih lemah yang tercermin dari indikator aktivitas bangunan, impor barang modal dan penjualan kendaraan niaga. Perbaikan aktivitas ekonomi masih tertahan sehingga membuat investasi masih wait and see,” paparnya.

Perdagangan internasional masih turun atau diperkirakan minus 13% hingga minus 8,7% pada kuartal III ini terutama impor cenderung menurun lebih tajam yang diproyeksi sekitar minus 26,8% hingga 16%.

“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi sampai dengan akhir tahun ini masih dikontribusi negatif berasal dari investasi, konsumsi, dan ekspor,” tuturnya.