KRIMINAL

Sebelum Meregang Nyawa, DAF Peras dan Aniaya Korban dengan Dalih Telah Tiduri Istrinya

MONITOR, Jakarta – Polisi telah melakukan rekontruksi peristiwa pembunuhan disertai mutilasi dengan tersangka sepasang kekasih berinisial DAF (26) dan LAS (27). Rekonstruksi tersebut digelar di dua lokasi yakni di Gedung Subdit Resmob Polda Metro Jaya dan Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, Jumat (18/9).

Dari hasil rekontruksi tersebut salah satu fakta yang terungkap yakni sebelum korban Rinaldi di habisi, korban sempat melakukan hubungan badan dengan tersangka LAS di Apartemen Pasar Baru Mension yang telah mereka sewa. Pada saat tersangka LAS bersama korban melakukan hubungan badan itulah keluar dari tempat sembunyi yaitu kmar mandi dan langsung memukul korban dengan dalih korban telah meniduri istrinya.

“Sebelum berhungan badan di apartemen, pelaku dan korban bertemu dulu di kedai kopi di daerah Juanda, Jakarta Pusat. Dari sana mereka akan menuju Apartemen Pasar Baru Mansion, yang telah disewa keduanya,” ujar Panit 3 Subdit Resmob AKP Windi Irawan membacakan reka adegan.

Korban pun beberapa kali menerima pukulan dan tusukan oleh tersangka Fajri. Tersangka Laeli memaksa korban menyebutkan password handphone Rinaldi ketika dirinya tengah dianiaya oleh Fajri. Baru di permintaan kedua, korban akhirnya menyerahkan password handphone-nya sebelum akhirnya meninggal dunia.

Selanjutnya, tersangka Fajri menusuk punggung korban delapan kali. Tersangka Laeli kembali menanyakan PIN handphone dua kali karena yang pertama tidak memberikan. Password diberikan dan tidak lama korban meninggal,” ucap Iptu Sidik, yang memimpin reka adegan di Apartemen Pasar Baru Mansion.

Setelah korban meninggal, tersangka lalu sempat meninggalkan jenazah korban di kamar mandi selama tiga hari. Tersangka yang telah mendapatkan akses rekening korban lalu menguras harta korban.

Pelaku diketahui mengambil isi rekening korban di sebuah ATM yang berada di daerah Tanjung Barat. Dari sana, pelaku lalu membeli peralatan untuk memutilasi korban berupa gergaji dan pisau daging di Pasar Minggu. Hingga pelaku membeli emas dan sebuah motor baru di daerah Kramat Jati.

Setelah menguras isi rekening korban, pada 12 September dini hari kedua pelaku kembali ke apartemen di daerah Pasar Baru untuk memutilasi korban. Proses mutilasi diketahui terjadi pada 12-13 September.

Recent Posts

Kolaborasi Kalurahan Caturharjo, MBI dan IMP 168 Sukses Sulap Lahan Tidur jadi Kebun Klengkeng Organik

MONITOR, SLEMAN - Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Dusun Manggunan, Kalurahan Caturharjo, Sleman, mulai…

4 jam yang lalu

ICAI 2026, Rokhmin Dahuri: Akuakultur Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Pangan, Farmasi, dan Energi

MONITOR, SEMARANG - Akuakultur atau budi daya perairan berpotensi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan…

7 jam yang lalu

Kementan Salurkan Bantuan Obat untuk Ternak Terdampak Bencana di Sumatera

MONITOR, Sumatera — Bencana tidak hanya berdampak pada rumah dan lahan warga, tetapi juga pada…

9 jam yang lalu

Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantau perkembangan dan dinamika pasar modal…

9 jam yang lalu

2 Tahun Prabowo-Gibran: HKTI Lumajang tegaskan Komitmen Penguatan Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani

2 Tahun Prabowo-Gibran: HKTI Lumajang tegaskan Komitmen Penguatan Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani MONITOR, Lumajang -…

13 jam yang lalu

Prof Rokhmin Paparkan Roadmap Maritim 2045, Targetkan PDB Maritim 15 Persen

MONITOR, JAKARTA - Indonesia menargetkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) maritim mencapai 15 persen dan…

1 hari yang lalu