BALI-NUSA DUA

Kejati NTB Selidiki Dugaan ‘Mark Up’ Harga Ikan Teri

MONITOR, Mataram – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) menyelidiki dugaan penggelembungan atau mark up harga dalam pengadaan ikan teri kering yang masuk pada paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan, mengungkapkan bahwa penelusuran dugaan penggelembungan harga itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat.

“Jadi memang penyelidikan ini kami laksanakan berdasarkan laporan masyarakat. Ada indikasi mark up harga, khusus dalam pengadaan ikan teri kering,” ungkapnya di Mataram, NTB, Rabu (16/9/2020).

Dedi menjelaskan, penyelidikan itu dilakukan untuk paket bantuan JPS Gemilang tahap II dan III. Karena pengadaan ikan teri kering ini mulai disalurkan pada tahap II, menggantikan produk telur.

Terkait dengan langkah penyelidikannya, lanjut Dedi, pihaknya telah mengumpulkan data dan bahan keterangan dari para pihak yang terlibat dalam pendistribusiannya.

Mulai dari kalangan pemerintah, dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan NTB sebagai leading sector pengadaan ikan teri kering, perusahaan penyalur bantuan hingga masuk ke kalangan UKM/IKM.

“Intinya semua yang berkaitan dengan pengadaan ini kita mintai keterangan,” ujar Dedi.

Untuk pengadaan ikan teri kering pada JPS Gemilang tahap II, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB menggunakan perusahaan milik daerah, yakni PT Gerbang NTB Emas (GNE) sebagai pengumpul produk olahan UKM/IKM.

“Produk ikan teri kering yang masuk ke gudang kita itu berasal dari 20 UKM/IKM lebih. Jenisnya ikan teri lore,” kata Direktur Utama PT GNE, Samsul Hadi.

PT GNE, menurut Hadi, hanya menerima produk UKM/IKM yang sudah lolos verifikasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTB.

“Itu pun produk yang kita terima dari UKM/IKM sudah dalam bentuk kemasan. Ukurannya 250 gram perkemasan,” ungkapnya.

Harga per kemasan yang diterima pihak UKM/IKM dari PT GNE senilai Rp19.000. Penentuan harga beli tersebut, menurut Hadi, berdasarkan kesepakatan antara Dinas Kelautan dan Perikanan NTB dengan UKM/IKM.

Secara keseluruhan, jumlah kemasan yang dibeli PT GNE dari UKM/IKM sebanyak 125.000 buah. Jumlahnya sesuai dengan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) paket bantuan JPS Gemilang tahap II.

“Jadi anggaran yang kita kelola untuk pembelian ikan teri kering ini mencapai Rp2,8 miliar. Kita hanya mengambil 10 persen keuntungan,” ujarnya.

Kemudian untuk paket bantuan JPS Gemilang tahap III, pemerintah menyalurkannya kepada 120.000 KPM. Namun dalam pengadaan paket bantuan tahap akhir ini, Hadi mengatakan bahwa PT GNE tidak ikut terlibat membantu pemerintah.

“Jadi tahap II saja yang kita kerjakan. Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar, sampai sekarang tidak ada kendala,” katanya.

Terkait dengan langkah Kejati NTB yang mengusut dugaan penggelembungan harga pada pengadaan ikan teri kering tersebut, Hadi menyatakan bahwa pihaknya akan selalu kooperatif membantu.

“Kita dukung proses ini berjalan. Ini juga masih post audit dari BPK, bila nanti ada temuan, kita siap ganti rugi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Yusron Hadi, yang dikonfirmasi terkait proses verifikasi UKM/IKM sebagai produsen ikan teri kering masih enggan memberikan keterangan.

Begitu juga dengan proses penetapan harga beli per kemasan yang senilai Rp19.000 untuk paket bantuan JPS Gemilang tahap II.

Recent Posts

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

2 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

2 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

4 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

MONITOR, Palu – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bekerja sama dengan Badan Karantina…

1 hari yang lalu

IPIM Banten Sambut Positif Terpilihnya Prof. Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI Petama

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum PW IPIM Provinsi Banten, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menyambut…

1 hari yang lalu

Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah 2026 Catatkan Transaksi Rp5,7 Miliar

MONITOR, Madiun – Penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah tahun 2026 yang diselenggarakan…

1 hari yang lalu