Kamis, 6 Oktober, 2022

Anies berlakukan PSBB Total, Pedagang Pasar Mulai Resah

MONITOR, Jakarta – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang akan menarik rem darurat dengan kembali memberlakukan PSBB total, dikeluhkan pedagang pasar. Para pedagang pasar saat ini resah karena jika PSBB diberlakukan, para pedagang khawatir tidak boleh berdagang.

Ketua Bidang Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengatakan, dengan ditariknya rem darurat atau kembali diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total cukup membuat pedagang pasar di Ibukota merasa terpukul. Dirinya meminta Pemprov DKI agar tetap mengizinkan pedagang pasar tradisional tetap berjualan.

Reynaldi mengungkapkan, pihaknya sedang menyusun langkah-langkah agar penurunan omset pada pedagang pasar seperti saat PSBB awal, tidak terjadi di masa PSBB saat ini yang akan diberlakukan oleh Pemprov DKI mulai, Senin (14/9/2020).

“Kami akan mencoba mengkoordinasikan seluruh pedagang-pedagang di DKI Jakarta, untuk menyiapkan langkah-langkah agar penurunan omset pada masa PSBB pertama beberapa bulan yang lalu tidak terjadi pada psbb yang terjadi pada bulan september ini,” ujar kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Jumat (11/9).

- Advertisement -

Reynaldi pun mengharapkan Pemprov DKI untuk memberikan stimulus atau kebijakan untuk menstabilkan, kepada pedagang pasar dalam rangka menjaga agar pasar tradisional tetap bertahan.

Kemudian, Reynaldi meminta agar Pemprov DKI melakukan sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan secara berkala dan bertahap agar penularan atau penyebaran covid di pasar tradisional tidak terjadi.

“DPP IKAPPI juga mendorong agar pengelola pasar atau PD Pasar Jaya menyiapkan sekat plastik agar komunikasi yang terjadi di pasar tradisional bisa dibatasi oleh sekat plastik. Hal ini sudah dilakukan dibeberapa pasar di Indonesia dan hasilnya cukup efektif, ini yang akan kita dorong untuk dilakukan di DKI Jakarta sehingga pedagang tetap bisa berjualan sebagaimana mestinya,”terangnya

Dikatakannya, ada penurunan omset pedagang sekitar 60-70 persen di DKI Jakarta akibat dampak dari Covid-19 yang mewabah di Jakarta. Maka, lanjut Reynaldi, Pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pondasi perekonomian daerah sehingga kita bisa menjaga agar perekonomian pasar terus tumbuh.

“Tidak sedikit mereka yang tidak bisa melanjutkan berdagang, ini adalah poin penting yang harus kami sampaikan sehingga upaya dan langkah dari pemerintah daerah lebih massif lebih nyata dan bisa dirasakan dampaknya oleh pedagang pasar di DKI Jakarta dan diseluruh Indonesia,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER