RDIF Sebut Vaksin Sputnik V Hanya untuk Keperluan Rusia

Produksi akan difokuskan hanya untuk pasar domestik

Ilustrasi: Hans | Source: Dihimpun dari berbagai sumber.

MONITOR, Jakarta – Pemimpin Eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev, mengungkapkan bahwa Vaksin Covid-19 buatan Rusia bernama Sputnik V hanya akan disediakan untuk pasar dalam negeri saja.

“Saat ini, yang menjadi fokus utama kami adalah fakta bahwa fasilitas produksi yang berlokasi di Rusia akan difokuskan hanya untuk pasar domestik,” ungkapnya dalam temu media secara virtual di Rusia, Jumat (4/9/2020) malam waktu Jakarta.

“Kami kemudian akan mengembangkan kemitraan bersama India dan sejumlah negara lain dengan fokus untuk pasar eksternal,” ujar Kirill melanjutkan.

Kirill menyampaikan bahwa hal kunci yang harus dilakukan saat ini adalah menjamin pemenuhan kebutuhan vaksin di dalam negerinya.

Seperti diketahui, Rusia mengembangkan Sputnik V yang pada 11 Agustus 2020 lalu diumumkan telah memperoleh izin regulasi dari pemerintah, dengan pendanaan dari RDIF dan penelitian yang dijalankan oleh Institut Riset Gamaleya.

“Prinsip kunci dalam pengaturan kerja sama dengan negara lain, mengenai produksi vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya, difokuskan pada transfer teknologi,” ujar Direktur Institut Gamaleya, Alexander Gintsburg.

Hal itu, menurut Alexander, baru dapat dilaksanakan setelah permintaan di Rusia sendiri sudah terpenuhi seluruhnya. Bahkan, Alexander mengatakan, mungkin akan memakan waktu hingga satu tahun jika dihitung berdasarkan kajian mengenai kapasitas produksi.

“Sebelumnya, kami menghasilkan imunitas untuk kebanyakan masyarakat kami yang mungkin bisa selesai dalam waktu 9-12 bulan. Setelahnya, barulah peningkatan kapasitas produksi, mungkin juga mulai mengekspor vaksin ke negara lain,” ungkapnya.