Muhamad-Saraswati Naiki Opelet si Doel ke Kantor KPUD Tangsel

Muhamad-Saraswati Naiki Opelet si Doel ke Kantor KPUD Tangsel

MONITOR, Tangerang Selatan – Antusiasme masyarakat Tangerang Selatan untuk “mengawal” Haji Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tangsel tidak terbendung.

Muhamad-Saraswati datang ke kantor KPUD Kota Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Tangsel, Banten (Jumat, 4/9/2020), dengan menumpang opelet warna biru yang mengingatkan orang pada film Si Doel Anak Sekolahan. Mereka sekaligus menjadi paslon pertama yang mendaftar untuk Pilkada Tangsel bulan Desember mendatang.

Muhamad-Saraswati didampingi para perwakilan partai pendukung dan diarak massa simpatisan yang mayoritas mengenakan pakaian adat Betawi. Massa pendukung juga terdengar menyanyikan shalawat diiringi alunan marawis.

Kepada wartawan, Ketua Tim Kampanye “Tangsel untuk Semua”, Andra Soni, mengatakan, opelet biru “Si Doel” yang dipakai Muhamad-Saraswati saat mendaftar ke KPUD menyimbolkan Muhamad sebagai putra daerah yang mengabdi untuk Tangsel.

“Kami ini rata-rata penggemar Si Doel. Artinya, ini simbolisasi bahwa dia (Muhamad) putra Betawi, beliau adalah Si Doel-nya Tangsel. Pendidikan sampai S2, kemudian mengabdi bagi Tangsel. Tinggal sekarang kita minta izin dari Warga Tangsel untuk Si Doel ini bisa jadi Wali Kota. Kurang lebih itu filosofinya,” terang Andra Soni.

Tampak juga mayoritas warga yang mengawal Muhamad-Saraswati ke KPUD mengenakan pakaian bernuansa Merah Putih. Soal ini, Ketua DPC PDI Perjuangan Tangsel, Wanto Sugito, menjelaskan makna dari pemilihan warna itu sesuai dengan makna pada Sang Saka Merah Putih.

“Merah berani, putih suci. Jadi, dalam konteks mensejahterakan Tangsel, harus berani tapi hatinya harus suci. Semua partai solid. Nama koalisi kita adalah Tangsel untuk Semua. Enggak ada yang pecah, semua solid,” tegasnya.

Usai pendaftaran, calon Wali Kota, Muhamad, menjelaskan bahwa dokumen yang diserahkan pihaknya ke KPUD Tangsel sudah dinyatakan lengkap dan diterima.

“Saya persiapkan semuanya. Yang jadi persyaratan dari KPUD, saya lengkapi semuanya,” jelas mantan Sekda Kota Tangsel itu.

Sedangkan Saraswati mengaku persiapannya sebelum pendaftaran hari ini cukup sederhana yaitu dengan berdoa dan berolahraga lari pagi.

“Tadi pagi sudah kita mulai dengan doa dan olah raga juga, sudah lari 6 kilometer tadi pagi. Dan, saat ini kami didampingi oleh keluarga yang hadir, tentu kami mendaftar diiringi doa dari keluarga,” terang Anggota DPR RI periode 2014-2019 itu.

Mengenai alasan memilih mendaftar ke KPUD di hari pertama, aktivis anti perdagangan orang itu menjawab dengan mantap.

“Hari pertama, ya tentunya karena kita sudah siap untuk menang. Terima kasih,” ucap Saraswati disambut sorak-sorai pendukungnya.

Wanto Sugito menambahkan, semua pihak pendukung Muhamad-Saraswati sudah siap untuk terjun ke lapangan memenangkan pasangan Bhinneka Tunggal Ika itu.

“Dari Gerinda, Pak Dasco (Waketum Partai Gerindra) sudah pasti berjuang. Termasuk, insya Allah, Bu Risma (kader PDIP, Wali Kota Surabaya) kalau sempat juga kita hadirkan di Tangsel. Semua turun, termasuk dari kabupaten dan DKI Jakarta nanti turun semua ke Tangsel,” tutur Wanto.

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berlaga di Pilkada Tangsel berbekal dukungan resmi dari 9 partai yang terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Nasdem, Partai Perindo, PSI, PAN, Partai Garuda, dan Partai Berkarya.

Selama beberapa pekan terakhir, dukungan dari elemen warga Tangsel juga semakin deras mengalir ke pasangan ini, termasuk dari para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat Tangsel, kaum muda (milenial), dan kalangan ibu-ibu alias emak-emak.