Gara-gara Guyonan Covid-19, Publik Tak Percaya Kinerja Menteri

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi/ dok: Kompas

MONITOR, Jakarta – Kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah pusat dalam menangani pandemi virus Corona semakin terkikis. Bahkan, sebagian masyarakat menganggap kinerja pemerintah daerah jauh lebih baik dalam penanganan wabah ini.

Beberapa kepala daerah pun mendapat acungan jempol, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur. Minimnya kepercayaan publik, dikatakan Burhanuddin Muhtadi adalah hal yang wajar. Pasalnya, pemerintah terkesan buruk dalam merespon pandemi ini sejak awal.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia ini menambahkan, kondisi awal pandemi diperparah dengan munculnya berbagai pernyataan kontroversial dari pejabat menteri dan nirempati terhadap rakyat yang menjadi korban. Buktinya, beberapa statemen yang muncul di publik tampak seolah meremehkan pandemi.

“Pemerintahan kita dianggap tidak responsif terkait penanganan Covid-19 ini, kalau ada anggapan kepala daerah bekerja lebih baik dari pemerintah pusat, ya wajar karena respon pemerintah pusat di awal pandemi, terkesan denial dan underestimated. Seperti pernyataan nyeleneh dari Menkes dr. Terawan soal Covid-19 akan sembuh sendiri, dan minum jamu itu menyehatkan. Pernyataan wapres soal susu kuda liar bisa menyembuhkan Covid,” ujar Burhanuddin Muhtadi, dalam diskusi online Ikatan Jurnalis UIN Jakarta, Rabu (2/9).

Selain itu, Burhanuddin menyoroti gesture pemerintah selama masa penanganan wabah ini.

“Guyonan soal Covid gak bakal masuk ke Indonesia, karena gak dapat izin, sehingga apa yang dilakukan pemerintah di kemudian hari, dianggap tidak mampu mengatasi Covid.