DPRD DKI Jakarta Tak Kompak Sikapi Pembukaan Bioskop

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi

MONITOR, Jakarta – Pimpinan DPRD DKI Jakarta terlihat kurang kompak menyikapi kebijakan pembukaan bioskop di Jakarta. Sebelumnya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Zita Anjani, keberatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan bioskop dibuka saat pandemi.

Zita beralasan, masyarakat Jakarta lebuh membutuhkan pendidikan gratis ketimbang nonton bioskop. Sedangkan Prasetyo Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta justru memberikan lampu hijau atas kebijakan tersebut.

Politikus PDI Perjuangan ini beralasan dirinya setuju pembukaan bioskop ini dilakukan untuk menghindari PHK karyawan.

“Saya setuju dengan Rencana kebijakan pembukaan bioskop di Jakarta ini demi menghindari semakin banyaknya karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ekonomi di sektor industri kreatif tersebut bisa kembali bergerak dan tumbuh, imbasnya pengusaha, karyawan, dan keluarga karyawan tersebut kembali memiliki penghasilan,” ujar Prasetyo, dalam keterangan tertulisnya.

Akan tetapi, Pras menegaskan apabila bioskop nantinya benar akan dibuka, maka harus menjalankan protokol kesehatannya secara ketat. Mulai dari Wajib masker, mengatur Jarak antar penonton, mengurangi kapasitas bioskop yang tadinya 100 orang, hanya bisa di isi untuk 30 orang saja, menjaga tangan tetap bersih dengan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer sampai dengan mewajibkan bioskop untuk melakukan penyemprotan disinfektan setiap sebelum film mulai.

“Sekali lagi saya meminta kepada seluruh warga dan pengelola bioskop agar disiplin protokol kesehatan jika nanti bioskop dibuka dan Pemprov DKI Jakarta juga harus mengawasinya, sehingga nantinya bioskop tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19,” tandasnya.