Hasto: Ibu Mega Apresiasi Kedisiplinan Para Cakada

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, saat menutup Sekolah Partai Gelombang Pertama, Jakarta, Selasa (25/8/2020). (Dok. DPP PDIP)

MONITOR, Jakarta – DPP PDI Perjuangan (PDIP) resmi menutup pelaksanaan Sekolah Calon Kepala Daerah (Cakada) gelombang I menuju Pilkada Serentak 2020 dengan seperta sebanyak 129 orang yang dinyatakan lulus. 

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menutup secara resmi pelaksanaan sekolah partai yang dilaksanakan secara virtual itu sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (25/8/2020). 

Dalam pidato penutupan, Hasto mengungkapkan bahwa pelaksanaan sekolah partai itu menjadi penguatan kelembagaan institusi politik dalam menyiapkan calon pemimpin untuk dipilih masyarakat.

Menurut Hasto, diikuti dengan sebuah kesadaran bahwa berpartai harus didasarkan pada disiplin. Baik disiplin ideologi, organisasi, maupun manajemen. Tujuannya, agar dalam berpartai, mampu mengorganisir kekuatan rakyat dengan sebaik-baiknya. 

“Ibu Megawati Soekarnoputri mengapresiasi kedisiplinan para calon kepala daerah. Karena syarat jadi pemimpin itu diperlukan kerendahan hati. Termasuk ikut dan aktif di dalam sekolah partai,” ungkapnya.

Hasto mengatakan, pada 4 sampai 6 September 2020 mendatang, 129 kepala daerah yang menjadi peserta akan mendaftar ke KPUD. Menurut Hasto, disitulah mulai tahapan penting pengorbanan sebenarnya. Diperlukan energi dan endurance untuk mampu melaksanakan tugas. 

Dengan sekolah partai, lanjut Hasto, maka terbangun solidaritas serta semangat belajar satu sama lain. Para peserta juga belajar tentang bagaimana strategi pemenangan pemilu hingga cara mengajak rakyat agar mau ke TPS. 

“Sekolah partai ini baru proses awal. Medan perang sebetulnya ada di wilayah masing-masing,” katanya. 

Hasto juga menyampaikan apresiasi pihaknya atas kedisiplinan para peserta yang mengikuti acara secara daring dari pagi hingga malam hari. Berdasarkan catatan dari panitia, rata-rata proses sekolah dilaksanakan dari pagi hingga pukul 22.00 WIB. Begitu tingginya antusiasme peserta, penutupan yang dijadwalkan pukul 17.00 WIB harus diundur lima jam. 

“Antusiasme peserta sangat tinggi. Yang jelas, para peserta juga menjalani serangkaian tes juga. Ada pre test dan post test, plus tes psikotes juga,” ujarnya. 

“Lalu peserta yang lulus masih akan mendapat penugasan khusus usai sekolah dan akan dilaksanakan pemantauan pelaksanaan tugas oleh DPP PDI Perjuangan,” ungkap Hasto menambahkan. 

Kepala Sekolah yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai, Komaruddin Watubun, menambahkan bahwa ranking pertama dalam sekolah partai kali ini adalah Anna Morinda, Calon Wali Kota Metro Lampung.

“Peserta terbaik, nomor satu Anna Morinda. Peserta terbaik kedua adalah Heribertus Ngabut, calon Bupati Manggarai,” ujarnya.

Sementara Ketua DPP PDIP Bidang ideologi dan kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan bahwa penyelenggaraan sekolah partai kali ini menjadi istimewa karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Dengan begitu, PDIP berhasil melaksanakan proses adaptasi dengan melaksanakan kebiasaan baru tanpa perlu mengorbankan kualitas calon kepala daerahnya. 

“PDI Perjuangan, membuktikan diri sebagai partai pelopor yang ideologis, yang memiliki tanggung jawab sejarah untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin kepala daerah yang mumpuni dan paham tata kelola pemerintahan daerah, untuk mewujudkan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945,” katanya.