PERTANIAN

ISPI Sebut Peternakan Indonesia Semakin Maju

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggelar panen pedet hasil inseminasi buatan (IB) di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (22/8). Panen ini merupakan panen lanjutan dalam mewujudkan peternakan modern dan swasembada daging nasional.

Berkaitan dengan hal ini, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Ali Agus mengatakan bahwa peternakan indonesia terus mengalami kemajuan yang signifikan. Bahkan, kata dia, kehadiran teknologi dan berbagai bantuan pemerintah lambat laun mampu mewujudkan swasembada daging.

“Saya melihat ke depan peternakan kita akan semakin berkembang dan semakin maju. Karena itu, baik pemerintah maupun pengusaha harus fokus dan konsistensi mengurusi peternakan nasional,” kata Ali Agus, Minggu, 23 Agustus 2020.

Menurut Ali Agus, era pangan portein hewani sudah masuk industrialisasi peternakan yang meliputi daging, telur, dan susu. Untuk itu, peternakan Indonesia harus mendapat perhatian lebih serius dari semua pihak.

“Jika ingin masyarakat kita mengkonsumsi pangan berprotein khususnya hewani, perlu persiapan yang serius dan matang dalam memproduksi sapi yang berkualitas. Saya kira pengelolaan saat ini sudah maju dan modern,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen 1.000 pedet hasil inseminasi buatan (IB) di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi bahwa kita harus bisa mencukupi kebutuhan pangan dari produksi sendiri. Kita masih impor 280 ribu ton atau 1,2 juta ekor sapi pertahun. Masa harus beli dari luar, kenapa kita tidak produksi sendiri? Oleh karena itu, kita siapkan program 1.000 desa sapi, 1 desanya 200 ekor sapi. Kita kembangkan sapi limosin dan brahman, tak terkecuali sapi lokal juga,” katanya.

Sebagai informasi, hingga 27 Juli 2020 secara nasional, program Sikomandan telah melakukan IB sebanyak 2.318.136 akseptor, bunting 1.359.094 ekor dan kelahiran sebanyak 1.394.446 ekor. Dengan keberhasilan tersebut, terjadi lompatan populasi sapi/kerbau yang cukup signifikan selama 5 tahun terakhir yaitu sebesar 3,37 juta ekor, sehingga populasi saat ini berjumlah 18,82 juta ekor.

Recent Posts

Pasar Semakin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Kian Kompetitif

MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…

9 jam yang lalu

Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…

9 jam yang lalu

88 Perwira Dirotasi Kapolri Suyudi, IPW Soroti Potensi Gesekan Internal Polri

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti langkah cepat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario…

12 jam yang lalu

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Jadi Panggung Peternak, Kementan Perkuat Genetik dan Produktivitas

MONITOR, Bogor – Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 bukan sekadar mencari sapi terbaik. Di…

17 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT

MONITOR, Kupang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penyelenggaraan Flobamorata Creative Expo…

17 jam yang lalu

Kementan Perkuat Langkah Pemda dalam Pengendalian Penyakit Hewan di Gunungkidul

MONITOR, Gunungkidul — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat dukungan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, Daerah…

1 hari yang lalu