Indahnya Gunung Salak, Simpan Wisata Air Terjun Indah dan Alami

Air terjun gunung salak (Foto: Hendrata)

MONITOR, Bogor – Kawasan Gunung Halimun Salak yang berada di Kabupaten Bogor Jawa Barat menjadi destinasi wisata alam yang perlu dikurangi. Ya, selain karena alamnya yang menarik, juga lokasinya sekarang mudah dijangkau dengan beroperasinya Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi.

Bagi para pencinta alam, Gunung Salak tetap memiliki jalur-jalur treking yang menarik terdapat berbagai curug atau air terjun yang masih alami bahkan ada beberapa yang menunggu untuk ditemukan.

Bagi pendaki gunung yang ingin menguji kemampuan fisik maupun keterampilan navigasi, dapat menjadikan wilayah Gunung Salak tempat berlatih yang ideal. Punggungan gunung dan jurang jurang yang dalam menjadikan habitat penjelajahan yang sangat menantang, sebab dengan kemampuan navigasi yang baik para pendaki gunung dapat melewati rintangan alam itu.

Punggungan di Gunung Salak dari arah timur melewati Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor ini adalah destinasi petualangan yang menarik. Kami naik dari titik basecamp Posko Operasi SAR Sukhoi 2012. Untuk mencapai ke pinggiran hutan di ketinggian 900 m mdpl diperlukan kendaraan empat kali empat yang sehat karena jalan yang tersedia masih tanah dan batu.

Jalur pendakian ini tidak banyak yang mengetahui, karena melewati wilayah perkebunan pribadi yang memang terlarang bagi semua dari gunung tanpa izin.

“Masih ada beberapa air terjun yang tersembunyi diantara lembah-lembah gunung salak. Masih ditutupi hutan lebat, airnya masih jernih dan belum tercemar,” kata Dominic Emtuba, salah satu petani di lereng Desa Pasir Pogor, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/20).

Dominic menjadi penunjuk jalan yang andal, dia mengetahui semua jalur pendakian di lokasi ini.

Trek ke lokasi air terjun yang belum dikasih nama itu, cukup terjal. Timbunan kanopi pohon masih lebat, dan disela sela pepohonan masih sering dijumpai jejak kaki babi hutan (Sus scrofa) dan macan kumbang (panthera pardus).

“Treking tidak disarankan sendirian, harus didampingi kawan,” jelas Dominic.

Elevasi trek dari jalan mobil terakhir ke air terjun, sekitar 40 derajat. Tanjakan jalannya cukup menguras tenaga, namun ini diobati dengan kondisi alam yang masih perawan.

Bagi kaum wanita, trek Pasir Pogor juga masih nyaman. Gak ada ancaman gigitan Pacet maupun lintah yang meneror.

“Treknya lumayan untuk mengasah fisik, aku suka dengan kondisi alam yang sepi dan tenang ini,. Udaranya juga dingin-dingin empuk, nyaman untuk tempat berlibur,” kata Umi Khulsum, pendaki cantik yang menggeluti profesi konsultan pajak.

“Ini pertama kali aku naik gunung, walau tanjakannya menurutnya terjal tapi aku senang dengan pemandangan alamnya, ” ujar Magdalena, dosen seni rupa IKJ yang sedang mencari inspirasi.

Sementara bagi pendaki gunung senior Doel Wakas, jalur pendakian gunung ini menjadi ajang refresh setelah lama tak blusukan di alam.

“Asyik nih jalurnya, sumber air masih mudah dijumpai dan masih banyak vegetasi sumber makanan survival,” terangnya.

Dijelaskannya, Gunung Salak tetap menantang dijadikan lokasi pelatihan pecinta alam maupun sekedar outbound. Kontur dan alamnya masih cukup, menjadi ruang kelas jungle survival. “Mau camping juga aman dan nyaman,” jelasnya.

Setelah 1 jam melangkah kan kaki di tanah gembur dan bayangan hutan, kami tiba di air terjun.

Air terjun tiga tingkat yang tersembunyi diantara sadel punggung gunung, memang memiliki suasana magis. Air beningnya jatuh di teras besar, bergerumul membentuk kolam dan jatuh kembali mengalir disela sela batu granit.

Disana lah kami lebih banyak diam, menikmati keindahan alamnya.