HUT RI ke-75, Mardani Ajak Masyarakat Tingkatkan Minat Terhadap Sastra

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera

MONITOR, Jakarta – Politikus PKS, Mardani Ali Sera, mengajak masyarakat untuk meningkatkan minat terhadap sastra.

Hal itu diungkapkan Marsani dalam sebuah diskusi daring Indonesian Leader Talks (ILT) ke-3 bertema ‘Hamka, Sastra dan Kemerdekaan’ yang digelar pada Senin (17/8/2020) malam

“Indonesia harus meningkatkan gairah minat kepada sastra. Sastra merupakan simbol kemajuan suatu bangsa atau peradaban,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Lebih lanjut, Anggota Komisi II DPR RI itu mengatakan bahwa pembangunan Indonesia dan dunia tidak terlepas dari sastra. “Begitu penting sastra dalam kehidupan dan peradaban manusia, termasuk Indonesia dan kemerdekaannya,” ujar Mardani.

Mardani juga mengatakan bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Proklamasi adalah produk sastra yang mengandung kalimat kuat dan luar biasa.

“Sastra juga merupakan alat perjuangan para ‘founding fathers’ kita. Sastrawan juga banyak yang menjadi oposisi rezim pemerintah dan menjadikan sastra sebagai alat perjuangan,” katanya.

Dengan mempelajari sastra, menurut Mardani, para politikus akan memiliki kepekaan yang lebih tinggi kepada masyarakat dan juga kepada kaum marjinal sekalipun.

“Sastra bisa menjadi ruh dan jantung pembangunan Indonesia. Dengan mempelajarai sastra, politisi akan memiliki sensibilitas dan kepekaan yang tinggi kepada sesama manusia dan alam,” katanya. 

Mardani juga mendapatkan usulan aspirasi untuk memperjuangkan pengurangan pajak buku agar gairah penulis buku semakin meningkat. Selain itu, ada usulan lain tentang beasiswa dan penghargaan penulis buku untuk memacu semangat para penulis untuk menulis buku buku lebih banyak lagi.

“Saya setuju sekali usulan ini. Insya Allah usulan ini akan saya sampaikan ke pihak terkait,” ungkapnya.

Sekadar informasi, dalam ILT edisi ke-3 ini, selain Mardani, juga diisi oleh Akademisi Rocky Gerung, Katrin Bandel Penulis Buku ‘Sastra, Nasionalisme Pascakolonialitas’, Akmal Nasery Basral Penulis ‘Sang Pencerah, Hamka: Setangkai Pena di Taman Pujangga’.