Meski Naik, BI Pastikan Struktur ULN Indonesia Tetap Sehat

Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjarnako

MONITOR, Jakarta – Bank Indonesias (BI) mencatat peningkatan posisi Utang Luar Nenegeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II 2020 sebesar 408,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp6.078 triliun (Kurs Rp14.874 per USD).

ULN tersebut terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar 199,3 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 209,3 miliar dolar AS.

“ULN Indonesia tersebut tumbuh 5,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,6% (yoy), disebabkan oleh transaksi penarikan neto ULN, baik ULN Pemerintah maupun swasta,” kata Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjarnako memalui siaran pers, Jumat (14/8).

Akan tetapi lanjut Onny, struktur ULN Indonesia tetap sehat karena didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Selain itu, Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan II 2020 sebesar 37,3%, meningkat dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 34,5%.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN,” imbuh Onny.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tutupnya.