Megawati Dianugerahi Gelar Kepeloporan, PDIP: Penghargaan Tersebut Sangat Membanggakan

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri menyampaikan pidato politik saat pembukaan Kongres V PDIP di Grand Inna Beach Sanur, Bali (8/8/2019). Foto: Endang/monitor

MONITOR, Jakarta – Seluruh keluarga besar PDI Perjuangan (PDIP) disebut mengucapkan selamat atas penghargaan tanda jasa ‘Medali Kepeloporan’ yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Presiden RI ke-5 yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa penghargaan itu atas jasa-jasa dan prestasi luar biasa dalam merintis, mengembangkan dan memajukan pendidikan, perekonomian, sosial, seni, budaya, agama, hukum, kesehatan, pertanian, kelautan hingga lingkungan yang telah dilakukan oleh Megawati.

“Penghargaan tersebut sangat membanggakan. Ibu Megawati Soekarnoputri dalam kapasitas Beliau sebagai Presiden ke-5 RI terbukti mampu menyelesaikan krisis multidimensional, menghadirkan kepemimpinan rekonsiliatif-gotong royong dengan susunan kabinet paling kompak dan terbaik pascareformasi 1999,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Bahkan, menurut Hasto, Kabinet Gotong Royong tersebut hingga saat ini dikenang sebagai ‘the dream team’ karena kepemimpinan, profesionalitas dan kemampuannya di dalam menyelesaikan masalah bangsa dan negara, serta meletakkan masa depan yang lebih baik.

“Bukan hanya itu saja, kepemimpinan Megawati menghadirkan pemilu yang paling demokratis pasca 1955,” ujarnya.

Hasto menyebutkan, dalam buku ‘The Brave Lady’, terungkaplah prestasi Megawati Soekarnoputri, sosok pemimpin yang begitu kokoh dalam keyakinan dan prinsip. Menurut Hasto, begitu banyak lembaga negara yang secara efektif hadir dan terbukti pembentukannya menggambarkan kepemimpinan Megawati yang visioner.

“Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Badan Narkotika Nasional, Lembaga Penjamin Simpanan, Badan Metereologi Klimatologi Geofisika, Badan Nasional Penanggulan Bencana, Komisi Pemberantasan Korupsi, Densus 88, Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Anak, Komnas Lansia, Sekolah Polwan, Polisi Pariwisata, Sekolah BIN dan lain-lain adalah contoh bagaimana negara semakin hadir bagi setiap warga bangsa,” katanya.

Di luar hal tersebut, Hasto mengungkapkan, Megawati juga tercatat sebagai presiden yang paling peduli terhadap lingkungan. Menurut Hasto, perhatian Megawati terhadap kelestarian flora, fauna dan lingkungan hidup sangat luar biasa.

“Selain secara periodik bertemu dengan perwakilan penerima kalpataru, Ibu Megawati juga menjadi Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia. Seluruh anggota dan kader partai diajarkan bagaimana mencintai bumi melalui gerakan menanam, membersihkan sungai dan lingkungan, serta menyelamatkan mata air sungai sebagai mata air kehidupan,” ungkapnya.

Dalam perspektif kepemimpinan manajemen modern, Hasto menambahkan, apa yang dilakukan Megawati Soekarnoputri dikategorikan sebagai kepemimpinan yang membangun organisasi, suatu kepemimpinan yang mengedepankan daya hidup negara dengan meletakkan tata pemerintahan yang kuat, profesional dan sistemik serta visioner.

“Selamat untuk Ibu Megawati Soekarnoputri. Keyakinan politik menghadapi berbagai tekanan kekuasaan selama Orde Baru, terbukti dikalahkan oleh kekuatan moral,” ujarnya.