Benyamin Davnie Tolak Politik SARA di Pilkada Tangsel

Wakil Walikota Tengerang Selatan, Benyamin Davnie (foto: tangerangnet.com)

MONITOR, Tangerang Selatan – Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta semua pihak untuk menghindari politik SARA (Suku Ras Agama dan Antar Golongan) dalam perhelatan pemilihan kepala daerah Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) pada 9 Desember 2020 mendatang.

Benyamin menegaskan bahwa apapun alasannya, Tangsel adalah daerah multikultur penuh ragam budaya, suku dan agama. “Tangsel juga merupakan daerah terbuka, siapa saja bisa datang untuk belanja, tamasya, bekerja atau tinggal di Tangsel,” katanya, Rabu (13/8/2020).

“Jadi tak ada tempat bagi kampanye SARA di Tangsel, kampanye bernuansa SARA dan semacamnya itu justru akan mencederai nilai-nilai toleransi dan demokrasi yang kita anut bersama,” tegasnya.

Benyamin menambahkan konstitusi menjamin pilihan politik rakyat sehingga setiap pilihan politik boleh berbeda namun silaturahmi harus tetap terjaga. Ia mengaku sangat tidak bersimpati dengan diksi dan gaya bahasa berbau SARA dalam aktivitas politik, karena itu akan mengganggu dan menjadi parasit dalam kehidupan berbangsa bernegara.

Sementara itu, untuk menghindari politik SARA, Benyamin mengatakan jika Pemkot Tangsel akan bekerjasama dengan forum komunikasi pimpinan daerah serta KPU dan Bawaslu untuk bersama-sama mengingatkan masyarakat agar menjauhi gaya politik SARA.

“Konstitusi kita mencatat, semua punya kesempatan yang sama dalam politik, punya hak dipilih dan memilih. Mohon jauhkan politik SARA dari pikiran, perkataan dan perbuatan. Mari kita rajut kebersamaan dalam Bhineka Tunggal Ika. Kita pastinya akan melibatkan semua ornamen yang ada, ya masyarakat, juga Forkopimda, lalu lembaga penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu untuk bersama-bersama menangkal politik SARA,” pungkasnya.