40 Hari Wafatnya Hilmi Aminuddin, Habib Aboe: Almarhum Adalah Murabbi yang Ideal

Hilmi Aminuddin saat masih menjabat sebagai Ketua Majelis Syuro PKS dalam konferensi pers di Kantor DPP PKS di Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).(KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

MONITOR, Jakarta – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi, menilai bahwa Pendiri PKS Hilmi Aminuddin merupakan sosok guru yang sempurna.

Hal tersebut diungkapkan Aboe Bakar Alhabsyi dalam rangka 40 hari wafatnya Hilmi Aminuddin, yakni pada Selasa (30/6/2020) pukul 14.24 WIB lalu di Rumah Sakit Santosa Central, Kota Bandung, Jawa Barat.

“Almarhum Ustadz Hilmi adalah seorang murabbi (pendidik atau guru) yang sangat ideal, bisa dikatakan sempurna di mata saya,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Pertama, pria yang akrab disapa Habib itu menyebutkan, Hilmi Aminuddin mampu menyiapkan ‘mutarabbi’ atau anak didiknya untuk menghadapi situasi dakwah dan mampu berdakwah di masyarakat.

“Coba antum bayangkan, bagaimana beliau dahulu menyiapkan saya yang masih SMP, pakai celana pendek, ditugaskan untuk berdakwah ke kampus nomor wahid di Indonesia. Ana yang masih belia beliau tugaskan untuk masuk berdakwah di UI,” ujarnya.

Kedua, Habib mengatakan, Hilmi Aminuddin memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mengatur para anak didiknya. Menurut Habib, kelihaian Hilmi Aminuddin dalam mengatur hal tersebut membuat para kadernya tidak mungkin untuk menolak setiap penugasan yang diberikan.

“Selalu hadir keyakinan di hati kami bahwa apa yang disampaikan oleh beliau pasti didasarkan berbagai pertimbangan yang matang,” kata Anggota Komisi III DPR RI itu.

Ketiga, lanjut Habib, Hilmi Aminuddin seolah menjadi ayah yang sempurna, karena ia mampu mengelola emosi para anak didiknya. Habib mengakui, ketika anak didiknya memiliki masalah, maka Hilmi Aminuddin selalu memberikan nasihat yang menyejukkan, membuat kepala anak didiknya menjadi enteng dan hati pun menjadi tenang.

“Keempat, dalam mendidik para kader, beliau selalu mengedepankan pola pembinaan. Ustadz Hilmi tidak mau menjustifikasi oleh, selalu melihat kebaikan atas diri seseorang, kemudian dibina sesuai dengan kadar masing-masing,” ungkapnya.

Kelima, Habib menyampaikan, dalam mendidik, Hilmi Aminuddin memberikan keteladanan yang luar biasa. Misalkan saja keteladanan sebagai seorang pemimpin. Bahwa pemimpin itu melayani, bahwa pemimpin itu harus taat aturan, bahwa memimpin itu harus benar-benar tahu kadernya.

“Pada suatu pertemuan di Gelora Bung Karno, beliau ini pernah dilarang masuk oleh kepanduan, beliau sampai berputar-putar untuk mengikuti protap yang ada,” ujarnya.

Keenam, Habib mengatakan, Hilmi Aminuddin senantiasa membimbing setiap kadernya, ia sangat telaten seperti seorang ibu yang sedang membimbing anak-anaknya. Menurut Habib, Hilmi Aminuddin selalu mengawal agar anak didiknya berdakwah sesuai dengan kaidah keislaman.

“Kami dibimbing agar selalu dekat dengan Rabb sang pencipta, kami dibimbing agar tidak lelah dalam berjuang, kami dibimbing agar selalu menjadi payung untuk ummat,” katanya.

Ketujuh, Habib mengungkapkan, dalam mendidik, Hilmi Aminuddin selalu mengembangkan potensi kreatif para anak didiknya. Habib menilai, Hilmi Aminuddin sangat memahami betul potensinya masing-masing kadernya.

“Apa potensi Aboe Bakar, apa potensi Fulan dan Fulanah. Beliau selalu berupaya mengembangkan potensi-potensi tersebut agar bermanfaat secara optimal untuk dakwah. Selain itu beliau juga berupaya menjauhkan potensi dari kader tersebut dari situasi yang membahayakan dirinya,” ungkapnya.