POLITIK

Banyak Cakada yang Mengaku Wong Cilik untuk Menarik Simpati Konstituennya

MONITOR, Tarakan – Rakyat kecil disebut mudah sekali berempati dan bersimpati dengan pelabelan tampilan kesederhanaan dari seorang calon kepala daerah (cakada). Makanya banyak cakada yang menampilkan dirinya sebagai ‘wong cilik’ di hadapan konstituennya menjelang kontestasi pilkada.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Teguh Prasetyo, sebelum Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu terhadap Ketua dan Anggota Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tana Tidung di Kantor KPU Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (7/8/2020).

“Masing-masing calon (kepala daerah) pasti ngaku wong cilik. Kenapa wong cilik? Karena mudah digoda dan tergoda dan mayoritas suara kita itu ada di wong cilik, makanya mesti ngeklaim wong cilik,” ungkapnya.

Teguh menilai, bukti seorang cakada melabeli kesederhanaan dirinya itu sebagai wong cilik adalah dengan cara masuk ke pasar-pasar ke tradisional, ke tempat-tempat, mendeklarasikan diri bersama-sama rakyat kecil, bahkan tak jarang tempat-tempat sampah pun mereka datangi untuk mendapatkan simpati dan empati.

“Jadi personifikasi wong cilik. Enggak ada seorang tokoh ngaku saya wong gede, enggak dia, pasti wong cilik, karena gampang digoda dan tergoda. Makanya, seorang tokoh besar sekalipun akan mempersonifikasikan diri sebagai wong cilik,” ujarnya.

Teguh mengatakan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa rakyat kecil yang menjadi konstituen itu banyak yang mudah diiming-imingi.

“Seringkali, wong cilik berpikir praktis dengan memilih orang yang memberi uang. Padahal, money politic jelas akan merusak demokrasi,” katanya.

Recent Posts

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Warga Rancamaneuh Munjul Gelar Upacara di Halaman Masjid Al Muhibbin

MONITOR, Tangerang — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga…

2 jam yang lalu

Menaker Yassierli: Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja kompeten menjadi salah satu kunci…

2 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Kemerdekaan Harus Jadi Energi Membangun Indonesia Berdaulat dan Makmur

MONITOR, JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti…

5 jam yang lalu

Mahasiswa KKN Nusantara Dorong Tata Kelola Masjid di Leuwidamar

MONITOR, LEBAK – Peserta KKN Nusantara dari delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur…

6 jam yang lalu

Dari Timah ke Kopi Liberika, Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Bangka Belitung

MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…

1 hari yang lalu

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…

1 hari yang lalu