Minggu, 24 Oktober, 2021

Hadapi Pandemi Global ke Depan, Indonesia Didorong Inisiasi Lahirnya ‘Global Risk Society’

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Forum Satu Bangsa, Hery Haryanto Azumi mendorong Pemerintah Indonesia untuk menginisiasi lahirnya Masyarakat Risiko Dunia (Global Risk Society) untuk menghadapi kemungkinan (probability) terjadinya pandemi global lain pasca pandemi Covid-19. 

Menurut Hery pandemi Covid-19 tidak terlepas dari akibat kecerobohan manusia dalam mengelola berbagai laboratorium biologis di seluruh dunia. Peradaban manusia dalam mengontrol alam dan dirinya telah melakukan berbagai rekayasa untuk memastikan bahwa masa depan dunia dapat dikendalikan.

“Namun pada satu titik upaya untuk mengendalikan alam dan dirinya tersebut menimbulkan risiko-risiko yang belum pernah dibayangkan sebelumnya,” kata Hery saat memberikan pandanganya dalam bedah buku secara daring “Perang Global Melawan Corona, Perspektif Intelijen” karya Ngasiman Djoyonegoro, Kamis (16/7/2020). 

Hery menambahkan jika pandemi global Covid-19 telah menunjukkan dengan jelas bahwa tidak ada satu negara pun yang terlepas dari ancaman virus. Semua negara memerlukan uluran tangan untuk dapat segera terbebas dari kurva naik pandemi tersebut. 

“Mengingat skala dan intensitas persebarannya, maka pandemi Covid-19 adalah tragedi global yang harus diatasi secara serius. Dengan lahirnya Masyarakat Risiko Dunia, maka kita akan dapat mendeteksi semua ancaman terhadap kemanusiaan secara kolaboratif,” terangnya.

Hery mengungkapkan bahwa bukan rahasia umum di dunia terdapat banyak laboratorium biologis yang dikelola oleh pemerintah maupun non-pemerintah. Tentunya, semua memiliki protokol pengamanan standar dan clearance masing-masing secara tertutup.

“Dengan latar pandemi Covid-19 ini, ada momentum untuk melakukan governance terhadap laboratorium-laboratorium tersebut secara transparan atas dasar keselamatan peradaban manusia,” ungkap Hery. 

Hery berharap pandemi Covid-19 menjadi momentum perdamaian dan kerjasama. “Dengan lahirnya Global Risk Society, masa depan kemanusiaan dapat diselamatkan. Reorientasi dunia akan menjadi kebutuhan baru,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER