BERITA

Pangkas Birokrasi, Jokowi Ingin Kementerian Melaju Cepat dan ‘Lincah’

MONITOR, Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk merampingkan sejumlah badan atau lembaga negara. Presiden Joko Widodo mengatakan, upaya itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk menyederhanakan birokrasi.

“Dengan penyederhanaan birokrasi itu, saya berharap akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja pemerintah, termasuk penghematan anggaran,” terang Jokowi, Rabu (15/7).

Jokowi menuturkan, apabila pekerjaan lembaga-lembaga tersebut bisa dikembalikan ke kementerian, ke direktorat-direktorat, maka tidak perlu lagi dilakukan melalui lembaga, badan, atau komisi-komisi lagi.

Ya, Kepala Negara ini menginginkan birokrasinya menjadi ramping dan ‘berlari’ cepat.

“Selain itu, ibarat kapal, semakin ramping akan semakin lincah dan cepat lajunya. Semakin ramping sebuah organisasi, geraknya pun akan lebih lincah,” pungkasnya.

Recent Posts

Keselamatan Jemaah Harus Diutamakan di Tengah Eskalasi Konflik Saudi-Houthi

MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan perjalanan…

18 menit yang lalu

Ada Teleskop Computerized dan Theodolite di MTQ Nasional XXXI, Intip Keseruannya

MONITOR, Semarang — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang tidak…

51 menit yang lalu

Hafal 30 Juz di Usia 10 Tahun, Peserta MTQ Nasional ke-31 Asal Sumbar Ini Bagikan Kuncinya

MONITOR, Semarang - Menghafal Al-Qur’an 30 juz membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Bagi Muslim Dermiwa Riko…

57 menit yang lalu

Kemenhaj Blokir Travel PT JGroup dan PT Annisa Ahmada Travelindo

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan…

58 menit yang lalu

Kementan Apresiasi GOPAN, Dorong Peternak Rakyat Jadi Bagian Kuat Ekosistem Perunggasan

MONITOR, Tanegrang — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan ekosistem perunggasan nasional dengan menempatkan peternak rakyat…

1 jam yang lalu

GODF 2026 Qingdau, Prof Rokhmin beberkan Potensi Akuakultur RI dan Tantangan Pembiayaan

MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…

11 jam yang lalu