Muhaimin Iskandar: PKB Bertekad Perjuangkan Kemanusiaan dan Peradaban Dunia

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar/ dok: istimewa

MONITOR, Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuat gebrakan monumental dengan mengumumkan visinya tentang haluan politik internasional. Salah satunya, partai yang dikomandoi oleh Abdul Muhaimin Iskandar ini bertekad untuk memberikan kontribusi di bidang kemanusiaan dan peradaban dunia.

“Partai Kebangkitan Bangsa bertekad untuk mengusung panji-panji kontribusi Indonesia bagi kemanusiaan dan peradaban dunia,” tegas Muhaimin, atau yang karib disapa Cak Imin ini.

Diketahui, visi tersebut merupakan penjabaran dari wawasan yang diwariskan oleh Para Bapak Pendiri Bangsa kedalam strategi politik untuk menapakkan posisi Indonesia diantara bangsa-bangsa dunia sebagai salah satu kontributor utama dalam memperjuangkan kemuliaan peradaban umat manusia.

Visi tersebut dituangkan dalam artikel yang ditulis oleh Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, dan diterbitkan oleh Jurnal Strategic Review edisi 2 Juli 2020. Artikel itu berjudul “The future of civilization: Indonesia’s contribution; It’s time to renew the spirit of the Non-Aligned Movement for the 21st century” (“Masa Depan Peradaban: Kontribusi Indonesia; Saatnya memperbarui semangat Gerakan Non-Blok untuk abad ke-21”).

Dalam artikel yang ditulisnya, Cak Imin mengungkapkan prinsip-prinsip universal yang harus diusung sebagai haluan politik internasional Indonesia, berdasarkan wawasan yang diwariskan oleh para Bapak Pendiri Bangsa, yaitu: Pertama, memperlakukan sesama secara adil dan sederajat –tanpa memandang suku atau agama; tanpa permusuhan atau kebencian; dan tanpa berusaha meminggirkan atau menyingkirkan.

Kedua, menerima dan menghormati negara bangsa yang berdaulat sebagai sistem politik yang mengikat warga dari setiap bangsa, tanpa menyebarkan atau mengejar agenda supremasi terhadap bangsa lain;

Ketiga, menerima dan menghormati hukum negara sebagai tatanan yang mengikat semua
warganya, dan tidak memberikan ruang bagi siapa pun untuk menjadikan agama sebagai pembenaran atas tindakan melawan hukum, apalagi untuk menghasut dan/atau berpartisipasi dalam pemberontakan terhadap otoritas yang sah.

Keempat, memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Prinsip-prinsip universal itu adalah jawaban bagi bermacam kemelut yang melanda dunia internasional dewasa ini,” kata Cak Imin.

Ia pun menggaungkan seruan Gus Dur dalam artikel yang dimuat di Wall Street Journal tahun 2005 yang lalu: “Sudah waktunya bagi semua orang yang beritikad baik dari setiap agama dan bangsa untuk mengakui bahwa bahaya mengerikan mengancam umat manusia. Kita tidak dapat melanjutkan ‘bisnis seperti biasa’ dalam menghadapi ancaman eksistensial ini. Sebaliknya, kita harus mengesampingkan pertengkaran internasional dan partisan kita, dan bergabung bersama untuk menghadapi bahaya yang ada di depan kita”.

Sebagaimana diketahui, sejak 2018 Partai Kebangkitan Bangsa telah diterima sebagai anggota Centris Democrat Internasional (CDI), sebuah koalisi politik internasional beranggotakan lebih dari 150 partai politik dari berbagai negara di seluruh dunia. Kaukus CDI di Eropa, European People’s Party (EPP), memenangi pemilu terakhir dan memegang mandat pemerintahan Uni Eropa saat ini.

Sejak menjadi anggota, PKB telah berhasil menggolkan tiga resolusi yang diterima secara aklamasi oleh CDI. Resolusi-resolusi itu diusung dalam konteks Gerakan Global Islam Untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam). Salah satunya memuat hasil-hasil Bahtsul Masail Maudlu’iyyah dari Musyawarah Nasional Alim-Ulama Nahdlatul Ulama di Kota Banjar pada awal 2019 yang lalu.