Publik Nilai Pemerintah Daerah Lebih Cekatan Tangani Pandemi Covid-19

Data survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) terkait penanganan pandemi Covid-19

MONITOR, Jakarta – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei nasional terkait Evaluasi Publik dan Penanganan Pandemi Covid-19 dan Implikasi Sosiopolitik Nasional. Hasil survei yang digelar mulai tanggal 8-25 Juni 2020 ini cukup mencengangkan.

Pasalnya, pemerintah daerah dinilai lebih baik dari pemerintah pusat dimana secara umum, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah dalam masa Pandemi hanya 58.6 persen.

“Dari total kepuasan itu terdistribusi untuk kinerja pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga ke tingkat RW dan RT. Jika dibagi dalam klaster pemerintahan, maka kepuasan tertinggi ditujukan kepada pemerintah Daerah,” ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7/2020).

Menurut Dedi, sebanyak 34.4 persen publik merasa tidak puas, dan 7.0 persen tidak memberikan jawaban. Membaca angka yang muncul, tidak lagi identik dengan persentase dukungan Pilpres 2019, sehingga dapat disimpulkan jika angka yang muncul tidak lagi terpengaruh terhadap sentimen politis.

“Pemerintah Daerah dianggap jauh lebih baik dengan perolehan respon publik 41.9 persen, di banding dengan Pemerintah Pusat yang hanya 32.5 persen, tentu ini riskan sekali, karena pemerintah pusat dalam anggapan publik terbagi pada Presiden dan para Menteri, sementara Daerah hanya ditujukan untuk Gubernurnya,” terang Dedi.

Dedi menegaskan kekecewaan Presiden untuk saat ini cukup mendasar, hanya saja ini sekaligus menandai gagalnya Presiden dalam membentuk kabinet, baik formasi maupun pilihan tokoh-tokohnya.

“Komitmen Presiden perlu ditegaskan dalam memilih pengganti yang memang miliki kemapanan sebagai Menteri, jangan sampai publik beranggapan jika reshuffle hanya soal antrian posisi tim pemenangann Pilpres,” tegas Dedi.