Publik berharap Susi, Arief Yahya hingga Jonan Kembali Masuk Kabinet

MONITOR, Jakarta – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei “Evaluasi Publik atas Penanganan Pandemi dan Implikasi Sosiopolitik Nasional”, Sabtu (4/7/2020). Adapun survei dilakukan pada periode 8 s/d 25 Juni 2020.

Direktur Eksekutif IPO yang juga pengamat politik Dedi Kurnia Syah mengatakan dari hasil survei yang diperoleh kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pusat jauh lebih rendah dibanding kepuasan pada pemerintah daerah, dan hanya selisih belasan persen dengan kepuasan pada pengurus RW dan RT. Sehingga menurutnya kekecewaan Presiden Jokowi terkait kinerja kementerian cukup beralasan.

“Sebanyak 34.4 persen publik merasa tidak puas, dan 7.0 persen tidak memberikan jawaban. Membaca angka yang muncul, tidak lagi identik dengan persentase dukungan Pilpres 2019, sehingga dapat disimpulkan jika angka yang muncul tidak lagi terpengaruh terhadap sentimen politis,” kata Dedi.

Selain berharap adanya reshuffle, Dedi juga mengungkap harapan publik terhadap beberapa tokoh untuk kembali masuk jajaran kabinet Indonesia Maju. Dengan persepsi tertinggi adalah Susi Pudjiastuti 37.2 persen, Arief Yahya 32.2 persen, dan Dahlan Iskan 31.4 persen.

“Tiga nama teratas tersebut memiliki rekam jejak cukup baik di mata publik, sehingga kembali diinginkan untuk masuk dalam jajaran kabinet Indonesia Maju,” ungkap Dedi.

Sementara nama lain yang pernah menjabat menteri di periode sebelumnya, Rizal Ramli 28.8 persen, Ignasius Jonan27.1 persen, Hanif Dhakiri 0.9 persen.

Lalu, nama dari kalangan non Parpol juga pejabat publik, ketua umum PBNU Said Aqil Siroj 20.5 persen, ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir 0.6 persen.

“Reputasi Dahlan Iskan cukup mengesankan bagi publik, sehingga ia masuk sederet nama paling diharapkan kembali ke kabinet, hanya soal komitmen Presiden, apakah benar akan melakukan pergantian menteri, atau hanya untuk kiasan pidato saja,” terang Dedi.