Sandiaga Harap Pemerintah Daerah Kembangkan Desa Wisata

Eks Cawapres 2019 Sandiaga Salahuddin Uno (dok: Satria Sabda/ Monitor)

MONITOR, Jakarta – Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Sandiaga Salahudin Uno, memprediksi masa depan pariwisata Indonesia pasca Covid-19 adalah tempat-tempat yang jarang dipromosikan dan belum viral. Oleh sebab itu, Sandi mendorong kawasan wisata dalam klasifikasi tersebut dikembangkan dan dikelola secara baik.

“Jadi, ini justru waktunya kita untuk mengembangkan pariwisata yang ada di daerah kita. Karena sebetulnya Indonesia ini banyak sekali spot-spot wisata yang sangat menarik,” kata Sandiaga di Jakarta, Jumat (3/7).

Ia meyakini bila tempat-tempat wisata tersebut dipromosikan dengan baik, akan turut membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

“Jika kita mampu mengembangkannya, kita dapat semakin menggerakkan ekonomi daerah sekitar dan membuka peluang lapangan kerja untuk masyarakatnya,” sebut politikus Gerindra itu.

Terlebih saat ini imbuh dia, sektor wisata hanya menyumbang 10 persen saja untuk tenaga kerja. “Ini yang lagi banyak saya mau pikirkan gimana solusinya karena 10 persen tenaga kerja kita ada di pariwisata,” paparnya.

Pengagas Rumah Siap Kerja ini juga menyebutkan wisata yang akan muncul nantinya adalah wisata berbasis desa. Karena masih situasi pandemi, wisata-wisata dibatasi pengunjung, unik dan belum viral lah yang akan menjadi tujuan wisatawan terutama wisatawan lokal.

“Jadi solusi daripada industri pariwisata kita ke depan pariwisata model niche, kecil, gak nyampe 4-5 orang. Karena, kan, social distancing dan lain sebagainya,” ujar dia.

Dalam kesempatan iitu Sandi juga mengingatkan agar kalangan milenial untuk bisa memanfaatkan situasi wabah covid-19 ini untuk mengembangkan pariwisata bebasis desa atau desa wisata. Tapi, tetap berbasis kearifan lokal.

“Karena covid-19, saya melihat ada perubahan pada tipe-tipe pariwisata yang akan berkembang adalah desa-desa wisata, dimana pengunjungnya di bawah 50 orang,” ujar Sandi.

“Ini merupakan potensi dan peluang bagi para anak-anak muda di desa untuk menggerakkan ekonomi desanya dan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat desa lainnya,” pungkasnya.