Politikus Golkar Sebut Jokowi Ingin Pertaruhkan Reputasi Politiknya

Politikus Partai Golkar Mohammad Misbakhun (dok: Kompas)

MONITOR, Jakarta – Amarah Presiden Joko Widodo kepada para menterinya pada Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni lalu dinilai bukanlah sebuah masalah. Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun mengatakan, Presiden sesungguhnya ingin mendorong jajaran menterinya untuk terus meningkatkan kinerja di tengah situasi pandemi.

“Presiden memahami bahwa kita menghadapi situasi ekstraordinary, situasi pandemi ini. Dorongan Presiden untuk meningkatkan kinerja, mencari solusi permasalahan, dan kemudian dieksekusi,” ujar Misbakhun, belum lama ini dalam sebuah program televisi nasional.

Ia menganggap wajar apabila sang Kepala Negara memarahi para ‘pembantunya’, sebab berkaitan dengan eksekusi kebijakan. Lagi-lagi Misbakhun menilai hal tersebut bukanlah persoalan.

“Permasalahannya, saya hampir tiap hari rapat dengan Pemerintah, permasalahan selalu ada, sedang dia cari formulasi terbaiknya. Tapi sebenarnya Presiden mengingatkan ini adalah masalah eksekusi kebijakan. Banyak sekali rapat-ralat kita itu, permasalahannya itu dieksekusi. Ini bukan masalah,” terang Politikus Golkar ini.

Bahkan ia menganggap, kemarahan Jokowi kepada anak buahnya tak lain karena bentuk tanggungjawabnya sebagai Kepala Negara. Ya, Jokowi dinilai tengah mempertaruhkan reputasi politiknya di hadapan rakyat Indonesia di saat pandemi menimpa negeri ini.

“Ini bukan masalahnya single problem, ini permasalahan yang selalu terjadi, dan menurut saya satu, arahannya presiden adalah satu, realisasi. Presiden ingin mempertaruhkan reputasi politiknya sebagai presiden yang dicintai rakyatnya. Programnya harus dirasakan oleh rakyat yang selama ini memilih dia,” tukas Misbakhun.