Kecewa Kinerja Menterinya, Jokowi Ancam Lakukan Reshuffle

Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana (dok: Youtube Sekretariat Presiden)

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo belum lama ini memperingatkan para menterinya agar tepat dalam mengambil setiap kebijakan ditengah pandemi dan geliat ekonomi nasional. Jokowi pun mengaku jengkel lantaran melihat kinerja para pembantunya masih biasa-biasa saja.

“Kebijakannya jangan biasa-biasa aja, atau menganggap ini normal. Kalau perlu Perpu atau Perpres saya keluarkan. Ini tanggung jawab kita sama rakyat. Saya melihat masih banyak yang biasa-biasa saja, itu buat saya jengkel,” ucap Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni lalu, sebagaimana video yang dirilis akun Youtube Sekretariat Presiden.

Salah satu masalah yang disorot Kepala Negara ini adalah soal anggaran belanja Kementerian Kesehatan yang belum dikeluarkan. Jokowi kecewa karena kementerian yang dipimpin dr. Terawan ini memilik anggaran sebesar 75 triliun rupiah, akan tetapi baru dikeluarkan 1,53 persen dari total anggaran itu.

“Bayaran dan tunjangan untuk dokter, spesialis dan tenaga medis serta belanja belanja untuk peralatan kesehatan juga keluarkan. Bansos juga. Stimulus ekonomi juga kucurkan, jangan tunggu mereka mati atau di PHK baru keluar, percuma,” ujar Jokowi mengingatkan.

Bahkan dalam rapat tersebut, Jokowi tak segan mengancam para menterinya untuk mengambil langkah politik bagi mereka yang mengabaikan instruksi Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan dirinya kemungkinan bisa melakukan pembubaran lembaga atau melakukan perombakan kabinet atau reshuffle.

“Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Kalau Bapak Ibu tidak merasakan itu, sudah. Artinya tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan,” tegasnya.⁣