Ekspor Benih Lobster Terbatas, Penasehat Menteri KP Dorong Kemampuan Budidaya

MONITOR, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar konsultasi publik dengan berbagai pemangku kepentingan terkait sejumlah hal seperti produktivitas penangkapan ikan dan budidaya secara virtual. Selasa (9/6/2020).

Koordinator Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Dahuri menyatakan bahwa acara itu adalah bentuk Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memenuhi janjinya sesuai dengan instruksi presiden yaitu untuk memperbaiki komunikasi KKP dengan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB yang juga Ketua Masyarakat Akuakuktur Indonesia (MAI) itu membeberkan estimasi sekaligus optimismenya dalam mendongkrak ekonomi perikanan melalui budidaya dan ekspor benih lobster terbatas hingga 2024 mendatang.

“Estimasi kami nilai ekspor benih lobster bisa mencapai 1.095 juta dollar AS atau setara dengan Rp 15,3 miliar (kurs Rp 14.000) per tahun. Nilai estimasi itu didapat dari riset Badan Pengembangan Riset dan Sumber Daya Manusia (BPRSDM) KKP tahun 2019. Riset menyebut, populasi 6 spesies benih lobster di perairan Indonesia sekitar 24 miliar,” ujarnya.

Menurut Rokhmin, berdasarkan rumus stok ikan lainnya, jumlah yang bisa ditangkap adalah 80 persen dari populasi 24 miliar itu. Namun para ahli berpendapat, jumlah yang boleh ditangkap untuk benih lobster hanya 50 persen. “Jadi 50 persen dikali 24 miliar tersedia yang bisa ditangkap dan dibudidayakan 12 miliar,” ungkapnya.

Rokhmin mengungkap, lobster yang ditangkap dan dibudidaya punya tingkat kelulusan hidup mencapai 30 persen. Di Vietnam, rata-rata kelulusan hidup benih lobster yang dibudidaya sekitar 70 persen.

“Penentuan kuota berdasarkan nilai, 12 miliar (benih lobster) yang bisa diambil itu adalah benih lobster untuk 6 spesies. Tapi karena kebanyakan yang dibudidaya dan diekspor hanya 2 jenis (lobster pasir dan lobster mutiara), maka 2 dibagi 6 (spesies) dikali 12 miliar, tersedia 4 miliar benih lobster tiap tahun,” kata Rokhmin.

Sebanyak 4 miliar dari 2 spesies itu bakal dibudidayakan dan diekspor. Pada 2020 KKP menargetkan, 1 juta benih lobster bakal dibudidaya di Indonesia dan 365 juta bakal diekspor ke Vietnam, sesuai kemampuan serapannya. Dari situ masih ada kelebihan 3,7 miliar benih lobster per tahun.

Budidaya di Indonesia ini bakal bertambah rata-rata 1 juta per tahun. Jadi, pada tahun 2021 budidaya lobster di Indonesia akan mencapai 2 juta, tahun 2022 mencapai 3 juta, dan tahun 2023 akan mencapai 3,7 juta. Kemudian tahun 2024, ekspor lobster kembali dihentikan.

“Perkiraan kami sekitar 1 juta tahun ini akan ada budidaya. Diperkirakan tahun 2024, kita menyetop ekspor benih lobster karena saat itu kemampuan budidaya orang indonesia sudah menyamai Vietnam,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengungkap, nilai ekspor lobster pasir ke Vietnam bisa mencapai 730 juta dollar AS dan nilai ekspor lobster mutiara bisa mencapai 365 juta dollar AS per tahun. Secara total, ekspor benih lobster mencapai 1.095 juta dollar AS atau sekitar Rp 15,3 miliar (kurs Rp 14.000).

“Kita harus kerja keras, cerdas, dan ikhlas untuk mencapai kemampuan budidaya orang Vietnam sehingga tingkat budidaya lobster di Indonesia jadi 70 persen, bukan 30 persen lagi,” pungkasnya.