Dana Haji Diduga untuk Perkuat Rupiah, Wamenag: Itu Fitnah Keji!

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi membantah bahwa dana jamaah haji tahun 2020 akan dialokasikan untuk stabilisasi Rupiah. Hal tersebut menepis tudingan yang menyebutkan adanya motif lain dibalik pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun 2020.

“Untuk hal tersebut tidak benar. Jika ada tuduhan pembatalan keberangkatan jemaah haji karena ada motif-motif lain, seperti akan menggunakan uang jemaah untuk memperkuat nilai tukar rupiah,” kata Zainut Tauhid tegas, dalam keterangan persnya.

Ia menegaskan bahwa tuduhan uang haji akan digunakan oleh Pemerintah untuk memperkuat rupiah adalah fitnah yang sangat keji. Bahkan menurutnya pendapat tersebut sama sekali tidak berdasar.

“Statemen seperti itu hanya mungkin keluar dari orang yang sudah terbiasa dengan pikiran kotor dan suka mencari sensasi,” tegasnya.

Politikus PPP ini pun menyatakan, kebebasan berpendapat termasuk menyampaikan kritik dalam sebuah negara demokrasi adalah hak asasi yang dilindungi oleh konstitusi, akan tetapi hendaknya disampaikan dengan penuh tanggung jawab, bermartabat dan berbudaya.

“Kami sangat menghormati kritik sepanjang kritik tersebut dilandasi niat yang baik, obyektif, dan argumentatif. Bukan kritik yang subyektif, asumtif dan hanya untuk mencari sensasi semata,” tukasnya.