Refleksi Hari Pancasila, AHY: Demokrasi dan Kebebasan Sipil Kian Menurun

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kebebasan sipil hari ini kian menurun. Hal itu ditandai dengan hak kebebasan berpendapat semakin terbelenggu.

Misalnya, kata AHY, munculnya teror yang diduga dialamatkan kepada seorang pewarta hingga kalangan akademisi karena menyoal diskusi tata negara.

“Kurang dari seminggu belakangan, kita dengar lagi munculnya teror pembunuhan terhadap jurnalis akibat penulisan berita dan pada akademisi akibat diskusi tata negara. Ini makin menguatkan kesan bahwa kebebasan sipil kita kian menurun. Pendapat seolah dibelenggu,” ujar AHY dalam keterangan tertulisnya di Twitter, Senin (1/6).

Dalam momentum lahirnya Pancasila ini, putra sulung SBY ini mengingatkan kembali tentang nilai-nilai yang terkandung didalamnya seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi hingga keadilann sosial.

“Hari ini kita diingatkan dengan lahirnya Pancasila, perjuangan para pendahulu menetapkan dasar negara Indonesia berdasar Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan Sosial. Didalamnya terkandung makna tentang hak setiap individu untuk berpendapat, bermusyawarah untuk mufakat,” imbuh suami Anisa Pohan ini.

Ia pun mengajak bangsa Indonesia untuk bersama-sama merawat Pancasila, serta menghormati nilai-nilai demokrasi hingga kebebasan sipil terutama dalam hal berpendapat.

“Selalu jadi tugas kita untuk merawat Pancasila, beserta nilai demokrasi dan kebebasan sipil di dalamnya. Kebebasan berpendapat adalah amanat konstitusi. Mari kembali pada hakikat Pancasila yang utuh. Demokrasi saat ini adalah hasil perjuangan. Jangan kita sia-siakan. Selamat hari lahir Pancasila,” pungkas AHY.