EKONOMI

Micro Farming Solusi Masyarakat Terdampak Covid-19

MONITOR, Jakarta – Wakil Presiden RI Prof Dr KH Maruf Amin mengungkapkan, pandemi covid-19 berdampak pada meningkatnya kemiskinan baru di Indonesia.

Pemerintah melakukan berbagai upaya dan strategi membantu masyarakat dengan berbagai program stimulus dan bantuan untuk mengurangi dampak pandemi yang terjadi secara global ini.

Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim menawarkan solusi berupa program micro farming untuk membantu masyarakat terdampak covid-19 dan masyarakat miskin agar tetap berpenghasilan.

Micro farming adalah pertanian keluarga dengan memanfaatkan lahan terbatas di pekarangan atau sekitar rumah dengan budidaya pertanian produktif.

“Micro farming tidak hanya untuk konsumsi keluarga saja, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan keluarga sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar dan kehidupannya,”ungkap Lukmanul Hakim.

Meski budidaya dilakukan secara mikro, namun skala ekonomi keluarga tetap dipertimbangkan. “Setidaknya setiap keluarga bisa mendapatkan penghasilan Rp 1,5 juta per bulan,”papar Lukmanul Hakim yang juga Ketua Umum Arus Baru Indonesia (ARBI).

Untuk itu budidaya yang dikembangkan keluarga harus berupa komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Misalnya, budaya udang vaname air tawar di kolam plastik, budiraya lobster, budidaya ikan kolam bioflok, budaya ayam kampung, dan budidaya sayuran di pekarangan rumah. “Masih banyak budidaya yang dapat dikembangkan disesuaikan potensi lokal masing-masing,”ujar Lukman.

Konsep micro farming perlu dibuat model bisnis dan rantai pasoknya secara terintegrasi sehingga produk keluarga dapat terserap pasar dengan baik. Implementasinya dapat mengoptimalkan peran RT/RW dan komunitas setempat dan berbejaring dengan subtitusi rantai pasok lainnya.

Permodalan dapat menggunakan dana bantuan atau dana produktif bergulir. Implementasinya dapat mensinergikan pemerintah, lembaga keuangan dan perbankan, koperasi, BUMN, dan lembaga sosial seperti lembaga zakat, infak, dan wakaf.

 “Di era tatanan kehidupan normal baru (new normal) ini, mindset dan pendekatannya harus diubah menjadi lebih praktis, ekonomis,dan berdampak sosial tinggi,”tuturnya.

Lukmanul Hakim mulai mendata dan mensinergikan berbagai potensi untuk implementasi micro farming, serta bertahap mengimplementasikannya. Ia juga segera melaporkan gagasan ini kepada Wakil Presiden RI sehingga dapat menjadi program nasional yang lebih luas di Indonesia.

Ini merupakan implementasi ekonomi kerakyatan yang menjadi konsens Wakil Presiden RI selama ini.

Recent Posts

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

5 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

5 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

5 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

7 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

8 jam yang lalu

Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan

MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…

8 jam yang lalu