Hari Ini, BLT Dana Desa Telah Tersalurkan ke 44 Ribu Desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat Teleconference tentang Rapat Sosialisasi program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta. Kamis (16/4/2020). Foto : Mugi / Humas Kemendes PDTT

MONITOR, Jakarta – Kementerian Desa, Pembanguna Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus memantau proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa.

Terhitung hingga Sabtu (23/5/2020), BLT Dana Desa telah tersalur ke 44.035 desa. Hal ini setrara dengan 74 persen dari 59.453 desa yang telah menerima transfer dana desa ke rekening kas desa pada hari yang sama.

“Kita memang berkejaran dengan dana desa yang tersalur ke desa, agar segera dibelanjakan sebagai BLT Dana Desa,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingga, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.

Widget Situasi Terkini COVID-19

Gus Menteri, sapaan akrabnya mengatakan, selama sehari terakhir saja penyaluran BLT Dana Desa telah berlangsung di 7.023 desa.

“Hari ini sebanyak 4.522.552 keluarga miskin telah mendapatkan BLT Dana Desa. Nilai yang disalurkan mencapai Rp2.713.531.200.000”, kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

“Dalam sehari terakhir terjadi penambahan penyaluran kepada 720.185 keluarga miskin berupa tambahan dana Rp432.111.000.000,” tambah Gus Menteri.

Desa yang benar-benar siap menyalurkan BLT Dana Desa ditandai telah selesai melakukan musyawarah desa khusus (Musdesus). Wadah demokratis ini dijalankan untuk menetapkan keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Dana Desa. Setelah daftar ini diumumkan, langsung dana desa siap dibagikan kepada KPM.

“Sampai hari ini sebanyak 59.238 desa telah melakukan musdes khusus. Ini setara dengan 99,6 persen dari desa telah mendapat transfer dana desa. Dalam sehari saja tercatat musyawarah dilakukan 2.734 desa,” kata Gus Menteri.

Kemendes PDTT sendiri telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempermudah desa dalam mencairkan dana desa, lalu mempermudah penyaluran BLT Dana Desa kepada warganya.

Sinkronisasi deregulasi dijalankan bersama Kementerian Keuangan. Kementerian Dalam Negeri turut mendukung dengan memfasilitasi para bupati dan walikota yang mengalami kesulitan mempercepat penyaluran BLT Dana Desa.

Selama ini Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) menjadi mitra Relawan Desa Lawan Covid-19.
Mereka turut menjaga kondusivitas proses penyaluran BLT Dana Desa. Peran kerelawanan mereka semakin diteguhkan melalui kerja sama Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dengan Polri dan TNI.

Gus Menteri berharap, penyaluran BLT Dana Desa bisa rampung 100 persen hingga akhir Mei 2020.

“Kita berharap kepada bupati dan walikota untuk melepas sepenuhnya kepada desa agar bisa melakukan percepatan penyaluran BLT. Jangan dihambat dan jangan banyak aturan. Mudah-mudahan KPM yang mau nerima BLT bisa memanfaatkannya sebelum lebaran,” kata mantan Ketua DPRD Jombang ini.