Bahaya Mudik Saat Pandemi hingga Tindakan Tegas Aparat Kepolisian

Polri Dit Lantas PMJ kegiatan Ops Ketupat Covid-19 Jaya 2020 di check point Tol Cikupa (Sumber: Twitter @TMCPoldaMetro)

MONITOR – Sudah menjadi tradisi, setiap Hari Raya Idul Fitri khususnya bagi Umat Muslim yang berada di kota-kota besar seperti Jakarta, mudik ke kampung halaman untuk merayakannya bersama keluarga. Jumlah pemudik di berbagai kota besar pun terpantau kian bertambah setiap tahunnya. Kerinduan akan keluarga dan kampung halaman memang selalu menjadi magnet yang begitu kuat untuk seseorang melakukan perjalanan yang rutin ia lakukan setiap tahun tersebut.

Namun, pandemi Covid-19 harus membuat masyarakat Indonesia menahan diri, karena tak bisa dipungkiri, arus pemudik juga membawa risiko penularan virus yang cukup tinggi. Pasalnya, berbagai pihak meyakini bahwa penerapan phsyical distancing sebagai pencegahan terhadap penularan Covid-19 tidak akan berjalan baik saat secara serentak ribuan orang memadati terminal, stastiun, bandara bahkan di jalan raya untuk melakukan mudik.

Risiko pun juga menghantui pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, tak hanya beresiko tertular di tempat-tempat yang disinggahi saat mudik, namun mereka juga berisiko menularkan virus corona ini kepada sanak saudara di kampung halaman. Pasalnya, silent carrier atau para pengidap Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala sangat dimungkinkan merasa cukup sehat dan tetap beraktifitas seperti biasa bahkan pergi mudik. Padahal, mereka berpotensi tinggi menularkan virus corona kepada orang lain.

Widget Situasi Terkini COVID-19

Lebih jauh, masyarakat juga harus pikir ulang jika hendak memutuskan untuk melakukan mudik saat ini, dimana terjadi lompatan jumlah orang terpapar Covid-19 yang cukup signifikan belakangan ini. Pada 19 Mei 2020 saja, 18.496 orang dinyatakan positif Covid-19, meningkat menjadi 19.189 orang atau meningkat sebanyak 693 orang dalam satu hari. Teranyar pada 21 Mei 2020 meningkat menjadi 20.162 orang positif Covid-19, dimana 4.838 lainnya dinyatakan sembuh dan 1.278 lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kendati berisiko tinggi menambah angka tersebut, tak sedikit masyarakat yang tak mengindahkan larangan mudik yang telah digaungkan pemerintah sejak April lalu. Lebih miris lagi, jika melihat data PT Jasa Marga yang dihimpun bersama Polri dan Kementerian Perhubungan, dijumpai sekitar 4.003 kendaraan yang terindikasi mudik dikeluarkan ke gerbang tol terdekat di check point Km 31 Cikarang Barat, Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada hari ini, Jumat (22/5) atau H-4 lebaran. Jumlah ini menunjukkan betapa diantara masyarakat Indonesia yang berkomitmen tinggi untuk bersama-sama menghentikan penyebaran virus corona dengan tidak mudik dan tetap di rumah, tak sedikit pula yang acuh akan komitmen tersebut.

Jumlah tersebut memang tak sedikit, namun angka tersebut telah diredam sebelumnya, dimana sejak pemerintah melakukan pelarangan mudik Lebaran 2020, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah ambil langkah strategis dengan mempercepat pelaksanaan Operasi Ketupat 2020. Terbukti pada hari ke-25 pelaksanaan operasi tersebut, sebanyak 52.076 kendaraan pemudik telah berhasil diputar balik.

Dikutip dari berbagai sumber, jumlah total kendaraan yang diputar balikkan tersebar di beberapa wilayah Jabodetabek, diantaranya Polda Metro Jaya sebanyak 20.146 kendaraan, Polda Banten 6418 kendaraan, Polda Jawa Barat 8298 kendaraan, Polda Jawa Barat 8298 kendaraan, Polda Jawa Tengah 4304 kendaraan, Polda DIY 516 kendaraan, Polda Jawa Timur 11.113 kendaraan dan Polda Lampung 1281 kendaraan. Untuk Polda Metro, nampak penurunan jumlah kendaraan yang diputar balikkan sebelum H-4 lebaran, tercatat hanya sekitar 384 kendaraan diputar balikkan pada hari ke-24 Oprasi Ketupat 2020.

Selain itu, Polri juga berhasil mengamankan 228 kendaraan pada hari pertama penerapan pelarangan mudik, sejumlah kendaraan tersebut diamankan lantaran berusaha membawa sebanyak 1.113 orang untuk mudik ke luar jakarta. Dikatakan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, bahwa penindakan tersebut juga sekaligus menjadi jawaban dari keraguan masyarakat soal larangan mudik.