Kebangkitan Nasional, Momen PTKI Membangun Bangsa Pasca Pandemi

Talkshow Coffee Break Indonesia Direktorat PTKI Seri ke-6 (Screenshoot YouTube)

MONITOR, Jakarta – Talkshow Coffee Break Indonesia (Coffid) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah memasuki seri ke-6. Pada seri pamungkas yang digelar Rabu (20/5) ini, Coffid PTKI mengambil tema “Bangkitlah Bangsaku: Refleksi Hari Kebangkitan Nasional di Masa Pandemi Covid-19”.

Dipandu oleh Kasi Pembinaan Kelembagaan PTKIN, Lelis Tsuroya, para narasumber yang hadir secara daring melalui aplikasi Zoom diantaranya Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M, Ag, CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali dan Staf Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dony Gahral Adian menyampaikan berbagai pandangan dan analisahnya mulai dari filosofi Kebangkitan Nasional, dampak sosial covid-19, hingga kebangkitan islam dan tantangan PTKI kedepan.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Utama KSP, Dony Gahral Adian mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan momen Kebangkitan Nasional khususnya dimasa pandemi ini untuk meningkatkan kesadaran akan normalitas baru sebagai sebuah nilai saling percaya, gotong royong dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.

“Normalitas baru adalah sebuah tatanan yang bukan hanya operasional terhadap persoalan kesehatan, tetapi juga sebuah nilai baru yang harus kita adopsi bersama, yakni nilai saling kepercayaan, kegotongroyongan dan rasa tanggung jawab terhadap sesama. Tanpa itu normalitas baru tidak dapat menjadi imunitas sosial untuk di kemudian hari kita menghadapi persoalan yang sama,” tutur Akademisi Universitas Indonesia ini.

Menyambung pembicaraan, CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali menjelaskan, mau tidak mau masyarakat Indonesia khususnya civitas akademika PTKI harus mampu beradaptasi dengan era new normal pasca pandemi Covid-19. Pasalnya, tak hanya didominasi oleh generasi muda yang rentan goyah, tapi generasi muda pun dianggap paling mampu menghadapi dan beradaptasi dengan cepat atas perubahan tatanan yang terjadi pasca pandemi.

“Siap tidak siap kita harus mampu menghadapi kehidupan di era new normal ini. Dimana era ini sangat rentan bagi Bangsa Indonesia karena didominasi oleh anak muda. Dan anak muda yang paling bisa beradaptasi dengan tatanan ini. Kita tidak perlu khawatir terlalu berlebihan karena Bangsa Indoensia akan mampu menghadapi Covid-19 ini dengan baik,” tutur Hasanuddin Ali.

Lebih jauh, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Abdul Haris menegaskan, kedepan PTKI harus mampu mengadopsi teknologi atau berinovasi untuk menghasilkan sesuatu yang dapat digunakan untuk menata kehidupan baru di masa mendatang. Menurutnya, PTKI dapat menjadi pelopor kemajuan bangsa dan negara dalam hal ini untuk bangkit dari situasi pandemi.

“PTKI harus mengadopsi perkembangan teknologi yang terkini, bahkan membuat suatu imajinasi, sesuatu yang mungkin dapat digunakan untuk menata kehidupan baru di masa depan. Yang kedua, PTKI harus menjadi pelopor untum membangkitkan bangsa ini untuk lebih maju, PTKI maju Indonesia maju,” tutup Prof Abdul Haris.

Sebagai informasi, nampak hadir dalam talkshow daring tersebut jajaran Direktorat PTKI diantaranya Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat PTKI, Ruchman Basori, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat PTKI, Abdullah Hanif, serta Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, Adib Abdushomad.