Lahan Rice Garden Jatisari Karawang Mulai Menunjukkan Hasil Padi

MONITOR, Karawang – Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat di bulan Ramadhan, ketersediaan pangan menjadi sorotan utama, utamanya beras yang merupakan makanan pokok rakyat Indonesia.

Untuk itu pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian mewaspadai sebelumnya dengan menerapkan beberapa kebijakan yang dikeluarkan seperti tiada hari tanpa tanam dan panen, peningkatan produktivitas dan provitas, percepatan tanam, penambahan luas tambah tanam, demi menjaga ketersediaan pangan.

Terkait hal tersebut, Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) proaktif terhadap kebijakan Menteri Pertanian dengan memberikan informasi yang akurat tentang prediksi dan keadaan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) PT di lapangan, memberikan bimbingan teknis/pendampingan kepada petani dan pengawalan OPT di lapangan. Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT) juga memberikan kontribusi nyata dengan memberdayakan lahan sawah (Rice Garden) yang dimiliki seluas 12 ha untuk ditanami padi, dan pada hari ini telah dilaksanakan panen.

Kepala BBPOPT, Enie Tauruslina bersyukur di tengah pandemi covid 19 dan meluasnya serangan OPT khususnya Tikus dan Penggerek Batang Padi pada musim tanam ini, kelompok tani binaan yang ada di Karawang dan sekitarnya masih bisa melakukan panen raya. “Saat ini, panen yang dilaksanakan di lahan sawah milik BBPOPT seluas 1,35 ha dari total lahan seluas 12 ha, dan masih tersisa lahan yang akan dipanen dalam waktu dekat seluas 10,65 ha. Harga gabah untuk saat ini cukup bagus yaitu Rp. 4900/ kg gabah basah.

Ketika dikonfirmasi, jenis varietas padi yang ditanam di lahan, Enie menjawab “sebagai lahan percontohan untuk varietas kita sengaja menanam padi yang tahan terhadap serangan hama wereng dengan potensi hasil produksi tinggi yaitu Inpari 32. “Alhamdulillah karena kelebihan varietas tersebut, saat ini para petani sudah banyak yang menanam varietas Inpari 32, selain tahan wereng dan potensi hasil produksi tinggi, juga rasanya pulen dan enak sehingga bisa diterima dipasaran,” ujar Enie

Selain melakukan panen, pada saat yang sama BBPOPT juga melakukan bakti sosial bertajuk “Bantuan Kementan Peduli Covid 19” dan acara tersebut dibuka langsung oleh Mentan SYL melalui video conference via aplikasi zoom yang diikuti oleh Dinas Pertanian, BPTP, UPT Teknis dan institusi lainnya. Pada kesempatan itu, BBPOPT dipercaya Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi sebagai perwakilan untuk menyerahkan bantuan kepada warga, pekerja THL dan buruh tani. Dalam sambutannya, SYL berpesan di saat pandemi global ini seluruh keluarga besar Kementerian Pertanian agar selalu menjaga kesehatan dan disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat, rajin berolahraga, banyak memakan makanan yang bergizi, dan memanfaatkan tanaman herbal untuk menjaga stamina diantaranya jahe, kunyit, sirih, madu dan lain-lain.

Sebelum memberikan bantuan secara simbolis, Enie selaku kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan memberikan amanat dan berharap agar bantuan ini bisa sedikit meringankan beban ekonomi warga yang kini sedang terpuruk akibat dampak covid 19, adapun bantuan yang diberikan berupa sembako terdiri dari beras, telur, gula dan minyak goreng.

Salah satu penerima bantuan bernama Agus sangat bersyukur atas bantuan ini dan mengucapkan terimakasih kepada BBPOPT dan Kementan atas kepeduliannya terhadap warga sekitar. Agus dan warga lainnya tidak menyangka diundang untuk menerima bantuan dan mereka berharap kegiatan ini bisa menjadi tali kasih dan mempererat hubungan masyarakat dengan BBPOPT.