Komite II DPD ingatkan Pemerintah Amankan Candangan Pangan

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komite II DPD RI, Bustami Zainudin mengatakan bahwa ketersedian pangan berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan berdampak pada ketahanan pangan di daerah. 

“Sektor pertanian menjadi strategis dan sangat vital bagi bangsa Indonesia, karena pertanian merupakan sumber bahan pangan, sandang, bahkan papan, dan energi, yang merupakan kebutuhan pokok manusia di luar telekomunikasi dan pendidikan,” kata Bustami dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4).

Menurut senator asal Provinsi Lampung itu mengingatkan, ketahanan pangan dan energi pada saat ini akan menjadi syarat kedaulatan dari sebuah nangsa. Sehingga, imbuhnua, bangsa yang tidak dapat menciptakan ketahanan pangan dan energinya secara mandiri tidak akan bisa menjadi bangsa yang berdaulat dan mandiri.

Berdasarkan hasil pengawasan di Provinsi Lampung, sambung dia, perbulan April ini stok beras akan mulai berkurang karena petani baru mulai menanam padi lagi. Kemudian, dikarenakan salah satu dampak yang terkena imbas pada masa ini adalah produk-produk hewani.

“Maka harus ada strategi untuk mengatasi permasalahan ini. Contohnya seperti mengganti sumber protein hewani ke sumber protein nabati,”paparnya.

Selain itu, imbuhnya, ada beberapa komoditas pangan yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dalam menghadapi masa-masa ini. “Komoditas itu adalah daging, kedelai, jagung, gula, bawang putih, bawang bombai, dan cabai,” tutur Bustami. 

Bustami menilai dalam menghadapi bencana nasional Pandemi Covid-19, aparatur pemerintah provinsi untuk mengamankan cadangan pangan di Provinsi Lampung untuk tiga bulan ke depan.
“Saya mengusulkan ke pemerintah pusat untuk menerapkan kebijakan terkait jaminan sosial,” pungkasnya.