Dukung Kebijakan Menag soal Haji, Politikus PPP: Tetap Jalin Komunikasi dengan Saudi

Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR (dok: Ist)

MONITOR, Jakarta – Upaya Kementerian Agama (Kemenag) menunda pengumuman seleksi dan pembekalan bagi petugas haji 1441 Hijriah menyusul pandemi Covid-19, terus menuai perhatian.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Lip Miftahul Choiry, misalnya. Ia mendukung kebijakan yang diambil Menteri Agama Fachrul Razi di tengah kondisi saat ini.

“Kami mendukung upaya Kemenag untuk tetap mempersiapkan ibadah haji sambil menunggu perkembangan wabah Covid-19 yang melanda banyak negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi,” kata Miftahul dalam keterangannya, Selasa (14/4).

Kendati demikian, ia mengingatkan agar Menteri agama untuk tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi. Tujuannya, agar komunikasi yang dilakukan dapat segera diketahui keputusan yang tegas dan final tentang nasib penyelenggaraan ibadah haji musim ini.

“Masyarakat, khususnya calon jemaah haji saat ini sedang gamang atau kebingungan tentang kepastian ibadah haji tersebut,” terang politikus PPP itu.

Dalam kesempatannya itu, ia berharap agar ibadah haji bisa tetap dilaksanakan pada musim haji yang akan datang, dengan catatan wabah Covid-19 bisa berakhir sebelum musim haji tiba.

“Saya yakin para calon Jemaah haji akan menerima apapun keputusan terbaik dari pemerintah Arab Saudi, karena masyarakat yakin ibadah haji ini adalah panggilan Allah SWT, sehingga batal atau tidaknya ibadah haji pada tahun ini adalah takdir Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.