Tak Hanya Corona, MPR Ingatkan Pemerintah soal Resesi Ekonomi Nasional

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: Monitor.co.id

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan semua pihak bahwa pandemi Corona baru merupakan awal krisis. Setelahnya, kata dia, akan berlanjut dengan resesi ekonomi, sehingga dua bencana ini tak terelakan dan mau tidak mau harus dihadapi.

“Ketika bencana kemanusiaan akibat pandemi global Virus Corona belum lagi berakhir, Indonesia dan komunitas global kini telah dihadang resesi ekonomi. Jumat (27/3) pekan lalu, IMF menegaskan bahwa perekonomian global sudah memasuki tahap resesi. Sebab, seperti halnya di Indonesia, hampir semua negara menghentikan sebagian aktivitas perekonomian,” kata politikus yang akrab disapa Bamsoet, di Jakarta, Rabu (8/4).

Tidak hanya itu, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4), Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengemukakan, skenario terburuk perekonomian nasional akibat wabah corona.

Dimana, imbuhnya, perekonomian nasional hanya bisa tumbuh 2,3%, dari prediksi awal tahun 2020 yang 5%, baik investasi maupun ekspor tumbuh negatif.

“Kalau selama ini hanya pemerintah yang menyuarakan kecemasan pada resesi ekonomi, kini semua dipanggil untuk peduli. Indonesia harus menemukan jalan keluar yang bisa meminimalisir ekses resesi ekonomi,” tegas politikus Golkar itu.

Oleh karena itu, mantan ketua DPR RI ini mendorong pemerintah dan semua kekuatan sektor swasta bersinergi mewaspadai resesi ekonomi. Tentunya, sambung dia, dengan tetap berfokus pada dampak wabah virus Corona, kepedulian dan respons bersama pada resesi ekonomi pun harus dimulai.

“Bencana beruntun ini akan bisa dilalui jika semua elemen masyarakat Indonesia lebih mengedepankan kehendak baik menjaga kondusifitas. Sebab, kondusifitas menjadi kata kunci yang memampukan bangsa ini mengelola rangkaian masalah akibat wabah virus Corona dan resesi ekonomi,” pungkasnya.