Kasus Perampokan di Cimanggis Berhasil Diungkap, Pradi Supriatna Beri Penghargaan

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna memberikan penghargaan kepada sejumlah polisi berprestasi (dok: Boy Rivalino)

MONITOR, Depok – Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna memberikan apresiasi kepada Sat Reskrim Polres Metro Depok atas prestasinya mengungkap dan menangkap kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Fauzan (33), pedagang warung kelontong di Cimanggis, Depok.

“Dalam situasi seperti ini sekarang kita berlomba dalam kebaikan tentunya dalam gugus tugas masing-masing. Nah khusus hal ini, kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Polres Metro Depok,” kata Pradi seusai memberikan penghargaan kepada sejumlah polisi berprestasi, di Mapolres Depok, Rabu (8/7).

Menurut Pradi, apa yang dilakukan jajaran Polres telah membuat masyarakat merasa aman. Karena itu, Pradi pun telah menyiapkan penghargaan khusus untuk sejumah personel Polres tersebut.

“Para pelaku ini cukup meresahkan masyarakat, beberapa waktu. Ya kami berikan apresiasi untuk penyemangat teman-teman (Sat Reskrim Polrestro Depok),” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengaku bangga, sekaligus memberikan apresiasi tinggi terhadap sejumlah anggota yang telah berhasil mengungkap kasus 365 tersebut.

“Hari ini kita memberikan pengharagaan kepada tim yang berhasil mengungkap komplotan pelaku perampokan yang sadis,” kata Aziz di Mapolres Depok.

Aziz mengatakan, Ada 33 personel polri tergabung dalam satu tim dalam pengungkapan kasus tersebut. Salain itu ada juga satu warga masyarakat yang turut serta dalam pengungkapan tersebut itu.

Azis juga mengatakan, kasus kejahatan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda yang mengatasnamakan kelompoknya dengan sebutan Geng Teras itu adalah atensi serius karena selain menjarah, aksi mereka juga telah menelan banyak korban jiwa.

“Iya, yang jelas kasus yang diungkap adalah atensi dari masyarakat karena sangat meresahkan dan juga atensi pimpinan dan juga ini menjadi kewajiban kita, karena kejahatan ini enam bulan sampai satu tahun kelompok ini beraksi bukan hanya di Depok, tapi di Bekasi dan sebagainya,” katanya.