Hadapi Corona, Wakil Walikota Depok Perkuat Sinergi dengan Ulama

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna saat mebagikan bantuan sembako untuk warga Kalimulya, Cilodong, Rabu (8/4). Foto: istimewa

MONITOR, Depok – Peran tokoh ulama di tengah Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, amat vital. Ulama bisa menjadi jembatan atau penyambung tiap kebijakan pemerintah, sekaligus menjadi ‘penerjemah’ bagi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna disela-sela acara pembagian bantuan sembako untuk warga di kawasan Kalimulya, Cilodong, Rabu (8/4).

Dalam kesempatan itu Pradi juga sekaligus bersilaturahmi dengan salah seorang tokoh setempat, KH Abu Bakar Madris.

Pradi memaparkan, dalam konteks Covid-19, ada sejumlah kebijakan yang cukup masif diberlakukan di banyak daerah. Yakni ihwal pembatasan ibadah ritual seperti salat berjamaah.

“Bahkan Salat Jumat ditiadakan dulu. Semata-mata untuk menekan penyebaran virus (Covid-19),” kata Pradi kepada wartawan.

Andai hanya pemerintah saja yang menyampaikan, lanjut Pradi, akan sulit diterima masyarakat secara menyeluruh.

“Karena efek Covid-19 ini skalanya global. Menyentuh aspek-aspek ibadah ritual. Mulai dari salat hingga peniadaan ibadah umrah,” ujarnya.

Karena itu lanjut Pradi, disinilah mengapa peranan para ulama, kyai, hingga habaib sangat penting. Terutama dalam memberikan narasi-narasi yang mencerahkan dari berbagai sudut pandang keilmuan, mengapa kebijakan tersebut diambil pemerintah.

“Maka dari itu sinergi dengan ulama ini wajib kita terus perkuat. Alhamdulillah saya terus berikhtiar setiap hari membangun komunikasi dengan para alim ulama di Depok maupun Pondok Pesantren,” jelas Pradi.

Dalam kesempatan itu, Pradi juga mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kami sebagai Umara (kepala daerah/pemerintah) sangat berterima kasih. MUI kemudian ormas-ormas Islam amat responsif dan mendukung penuh upaya melawan pandemi ini,” katanya.