Mahasiswa Kritik Anies, Ketum IMM DKI: Jangan Terjebak Kepentingan Kelompok

Ketua Umum DPD IMM DKI Jakarta, Suparman (dok: istimewa)

MONITOR, Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi BEM Jakarta belum lama ini mengundang kegaduhan publik. Pasalnya, mereka menyampaikan kritik terhadap Gubernur DKI Jakarta terkait penanganan Covid-19, mulai dari usulan lockdown hingga penyediaan fasilitas hotel sebagai lokasi penginapan tenaga medis.

Menanggapi hal ini, Suparman selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) DKI Jakarta mengatakan kekecewaannya pada oknum mahasiswa yang menurutnya telah menciderai nilai-nilai kemanusiaan.

“Yang dilakukan oknum mahasiswa ini telah menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Saya terus terang kecewa, mahasiswa seharusnya mengambil peranannya dalam menekan COVID-19 di Indonesia, bukan ikut main salah-salahan, ini mahasiswa terjebak nostalgia Pilpres,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/4).

Widget Situasi Terkini COVID-19

Menurut Suparman, mahasiswa seyogyanya memberikan pencerahan terhadap kondisi masyarakat yang sedang kebingungan ditengah pandemi wabah Corona. Faktanya, kata dia, banyak masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Mahasiswa jangan terlibat pada alur kepentingan kelompok-kelompok tertentu yang saling menyalahkan, dan merasa paling benar. Kita harus gotong-royong. Jihad kita adalah memusnahkan COVID-19, ini common enemy kita,” tegasnya.

Mahasiswa Program Pascasarjana ITB Ahmad Dahlan Jakarta ini menjelaskan, pihaknya sedang mengkonsolidasikan rekan-rekan aktivis mahasiswa, termasuk BEM untuk sama-sama mengatakan sikap kepeduliannya terhadap wabah asal Wuhan ini.

“Saya terus berkomunikasi dengan mereka, mereka juga merasa kecewa atas sikap atau pemberitaan yang dibuat oleh oknum mahasiswa ini. Kami akan membuat pernyataan sikap untuk merespon oknum mahasiswa itu, kemudian kita akan membuat gerakan bersatu cegah penyebaran Covid-19. Dan Kami akan lakukan itu semuanya dengan di rumah aja, tanpa harus berkumpul dan ramai-ramai,” terangnya.