Tangani Covid-19, IDI Minta Pemerintah Fasilitasi APD Hingga Rapid Test

Ilustrasi Alat Pelindung Diri tim medis (dok: net)

MONITOR, Jakarta – Dalam penanganan wabah Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah agar bisa memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) ke seluruh rumah sakit dan puskesmas yang menangani pasien virus corona.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. Daeng M Faqih, mengatakan Pemerintah Indonesia harus mampu menyediakan alat pelindung diri (APD) ke seluruh rumah sakit (RS) dan puskesmas yang menangani pasien virus corona atau Covid-19. Hal itu supaya tidak ada lagi tenaga medis yang tertular penyakit.

“APD kiranya dapat disediakan secara kontinue, tidak terputus dengan jumlah yang cukup. Keterbatasan APD ini akan sangat menentukan nasib kesehatan pasien dan kesehatan petugas kesehatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4).

Daeng menambahkan, dalam memutus rantai penularan harus melakukan beberapa upaya yang strategis dan terkendali. Ia mencontohkan seperti melaksanakan rapid test di seluruh daerah.

“Berhubung rapid test antibody yang sudah didatangkan saat ini berbasis pemeriksaan antibody yang hanya positif pada orang yang sudah memiliki antibody infeksi Covid-19 maka untuk efektifitas dan efesiensi hasil disarankan agar rapid test jenis ini hanya dipakai di RS/Puskesmas untuk mengetes pasien yang datang ke RS dan sudah bergejala,” katanya.

Daeng menyarankan, untuk pemesanan berikutnya agar berkenan Pengadaan Rapid Test Antigen (Real -ltime PCR/untuk RNA Virus) yang mendeteksi orang yang belum bergejala dan hasil pemeriksannya bisa diperoleh sekitar 50 menit.

“Dihindarkan digunakan di stadion-stadion atau empat umum untuk mengetes orang yang belum bergejala karena hasilnya banyak negatif palsu,” pungkasnya.