Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka (dok: Instagram)
MONITOR, Jakarta – Beberapa pekan kedepan, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Dalam situasi saat ini, Presiden Joko Widodo mengatakan bulan Ramadan tahun ini akan melewati banyak tantangan, salah satunya terkait wabah Covid-19.
Presiden Jokowi mengimbau umat Islam untuk mempersiapkan semuanya sejak dini, termasuk ketersediaan bahan makanan pokok. Hal itu dia utarakan saat rapat melalui telekonferensi hari ini, Kamis (2/4).
“Yang saya garis bawahi adalah soal ketersediaan bahan-bahan pokok dan pangan di tengah masyarakat,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor.
Jokowi menegaskan, dirinya sudah melakukan pengawasan secara langsung ke beberapa daerah untuk memastikan pasokan kebutuhan makanan pokok terpenuhi.
“Saya sendiri sudah memantau ke Bulog, ke daerah-daerah, mengecek jadwal panen raya, soal pasokan beras, daging, telur, gula, terigu, dan lain-lainnya. Sejauh ini persediaan bahan-bahan pokok dan pangan tersebut masih baik,” ucap Jokowi.
Selain itu, dirinya meminta agar Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan memastikan harga komoditas di pasaran normal kembali.
“Saya juga telah meminta Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk memastikan agar harga sejumlah komoditas pertanian di pasaran berangsur normal,” tukasnya.
MONITOR, Musi Banyuasin – Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan…
MONITOR, Banjarmasin - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memeriksa PT TAS terkait dugaan pelanggaran penyelenggaraan perjalanan…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan…
MONITOR, Jakarta - Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek…
MONITOR - Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen per tahun. Namun, potensi tersebut…
MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan suku bunga…